http://Polinema.ac.id
Malangpariwara.com – Minyak jelantah yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah rumah tangga ternyata memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik.

Berangkat dari potensi tersebut, dosen Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar pelatihan bagi anggota PKK Desa Talok RT 02 RW 02, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, untuk mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi dan sabun padat ramah lingkungan.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berlangsung pada Minggu (28/6/2026) ini dikemas dalam dua program utama, yakni Bimbingan Teknis Pemanfaatan Minyak Jelantah sebagai Bahan Baku Scented Candle Bernilai Ekonomi dan Workshop Pembuatan Sabun Padat Ramah Lingkungan Berbasis Minyak Jelantah.

Pelatihan tersebut melibatkan sejumlah dosen lintas disiplin di Polinema. Tim pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dipimpin Mutia Devi Hidayati, S.Si., M.Si., bersama Wahyuni Ningsih, S.Si., M.Si., Rofiq Hamzah, S.Pd.I., M.Pd., Ria Lusiyani, S.Pd., M.A., Anang Takwanto, S.T., M.T., dan Steella Ilham Isnaini, S.T., M.T.

Sementara workshop pembuatan sabun dipimpin Rucita Ramadhana, S.T., M.T., bersama Arief Rahmatulloh, S.Si., M.Si., Dr. Susanto, S.Pd., M.Sc., Dr. Zakijah Irfin, S.T., M.T., Dr. Ade Sonya Suryandari, S.T., M.T., M.Sc., serta May Kurnia Pratiwi, S.TP., M.Eng.
Ketua PKK RT 02 RW 02 Desa Talok, Inun Khurriyyah, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas pelatihan tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini memberikan wawasan sekaligus keterampilan baru bagi para ibu PKK dalam mengelola limbah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat.
Selain mendapatkan materi mengenai dampak negatif pembuangan minyak jelantah terhadap lingkungan dan kesehatan, peserta juga mengikuti praktik langsung mengolah minyak bekas menjadi lilin aromaterapi (scented candle) dan sabun padat yang ramah lingkungan.
Koordinator lokasi kegiatan, May Kurnia Pratiwi, S.TP., M.Eng., menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan mendorong masyarakat menerapkan konsep ekonomi sirkular dengan mengubah limbah rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
“Minyak jelantah yang biasanya dibuang begitu saja sebenarnya masih dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai ekonomi. Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat dapat mengembangkan keterampilan baru sekaligus membuka peluang usaha berbasis lingkungan,” ujarnya.
Menurutnya, selain meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah, kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal lahirnya usaha mikro berbasis produk ramah lingkungan di Desa Talok.
Program ini merupakan bagian dari komitmen Politeknik Negeri Malang dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberikan manfaat nyata.
Melalui pelatihan tersebut, anggota PKK Desa Talok diharapkan tidak hanya memahami pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara berkelanjutan, tetapi juga mampu menghasilkan produk bernilai jual yang dapat menambah pendapatan keluarga sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.( Djoko W)







