MALANGPARIWARA.COM – Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata terus dilakukan Politeknik Negeri Malang (Polinema).
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM), tim dosen Jurusan Administrasi Niaga memberikan pelatihan Bahasa Mandarin dasar kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan staf Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Tulus Besar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.
Pelatihan yang berlangsung di Balai Desa Tulus Besar tersebut diikuti 10 peserta. Kegiatan menjadi bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Hibah DIPA Polinema Tahun 2026.
Tim PPM dipimpin Cahyo Ramadhan Pratama, S.S., MTCSOL., dengan anggota Tiara Estu Amanda, S.S., M.Par., Kartika Indah Permanasari, S.E., M.M., Mahmudatul Himma, S.E., M.AB., dan Evi Suwarni, S.AB., M.AB.
Materi pelatihan diarahkan pada kebutuhan praktis di lapangan. Peserta dikenalkan dengan kosakata dasar Bahasa Mandarin yang berkaitan dengan pariwisata, percakapan sederhana saat melayani wisatawan, serta etika dan pemahaman budaya wisatawan asal Tiongkok.

Agar materi lebih mudah diterapkan, pelatihan dikemas secara interaktif melalui simulasi atau roleplay. Peserta berlatih menghadapi berbagai situasi, mulai dari menyambut wisatawan, memberikan arahan, hingga menjelaskan fasilitas dan destinasi wisata.

Tim PPM juga membagikan modul berisi frasa-frasa praktis Bahasa Mandarin sebagai bahan belajar sekaligus referensi yang dapat digunakan peserta dalam aktivitas pelayanan wisata sehari-hari.
Ketua Tim PPM Polinema, Cahyo Ramadhan Pratama, mengatakan pelatihan tersebut merupakan langkah untuk memperkuat kapasitas masyarakat lokal menghadapi semakin terbukanya peluang kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Tiongkok.
“Pelatihan ini digagas untuk meningkatkan kapasitas SDM lokal dalam menyambut potensi lonjakan wisatawan mancanegara, khususnya dari Tiongkok. Harapannya, pengelola wisata lokal dapat lebih percaya diri, memberikan pelayanan prima, dan mengurangi ketergantungan pada pemandu eksternal,” ujarnya.
Menurutnya, penguasaan Bahasa Mandarin pada tingkat dasar diharapkan dapat menjadi bekal bagi pengelola wisata untuk berkomunikasi secara lebih baik dengan wisatawan asing.
Tidak berhenti pada pelatihan, Tim PPM Polinema mendorong Pokdarwis dan BUMDes Desa Tulus Besar untuk mengembangkan kemampuan tersebut secara mandiri.
Keberlanjutan pembelajaran dinilai penting agar keterampilan peserta semakin terasah dan dapat diterapkan dalam pengelolaan destinasi.
Peningkatan kompetensi sumber daya manusia ini diharapkan turut memperkuat kesiapan Desa Tulus Besar dalam mengembangkan potensi seni dan budaya lokal.
Dengan pelayanan yang semakin ramah, komunikatif, dan profesional, desa tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus membuka peluang lebih besar di pasar pariwisata internasional.(Djoko W)






