MALANGPARIWARA.COM – Memasuki usia 28 tahun, Partai Amanat Nasional (PAN) mulai memanaskan mesin politiknya di Malang Raya.
Konsolidasi kader dan penguatan jaringan menjadi modal yang disiapkan untuk menghadapi pertarungan politik pada Pemilu 2029.
Langkah itu terlihat dalam gelaran Panggung Rakyat Jatim Merdeka: Mengalirkan Solusi untuk Desa yang digelar di halaman Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan dikemas dengan berbagai agenda, mulai senam bersama pada pagi hari, perlombaan, hingga panggung religi pada malam hari yang menghadirkan Gus Idham. Namun di balik kemeriahan tersebut, agenda konsolidasi politik PAN Malang Raya menjadi pesan yang cukup kuat.

Ketua DPD PAN Kota Malang, Eko Hadi Purnomo, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat soliditas sekaligus memanaskan jaringan partai menuju Pemilu 2029.
“Dari Kota Malang, alhamdulillah, kami mendukung untuk senam pagi ini. Kami kira-kira mengirim orang antara 200 sampai 300 orang,” kata Eko.
Menurut Eko, PAN tidak ingin sekadar mempertahankan capaian politik yang sudah ada. Pemilu 2029 dipasang sebagai momentum untuk mendongkrak perolehan kursi legislatif di seluruh wilayah Malang Raya.
Target itu menyasar seluruh tingkatan legislatif, mulai DPR RI, DPRD Jawa Timur, DPRD Kota Malang, DPRD Kabupaten Malang hingga DPRD Kota Batu.
“Harapannya ada penambahan kursi,” tegasnya.
Eko menyebut penguatan struktur hingga lapisan masyarakat menjadi salah satu strategi yang kini mulai dijalankan. PAN Kota Malang bahkan mulai membangun jaringan relawan hingga tingkat rukun tetangga (RT).
“Untuk saat ini, kami sudah siap satu orang per RT. Akan kami kembangkan lagi,” ujarnya.

Jaringan tersebut menjadi bagian dari strategi PAN Kota Malang menghadapi Pemilu 2029. Eko menargetkan sekitar 5.000 relawan dapat terbentuk di seluruh wilayah Kota Malang.
Angka tersebut, kata dia, merupakan total target relawan di Kota Malang, bukan 5.000 relawan untuk setiap RT.
Bagi PAN, konsolidasi tidak cukup berhenti pada kegiatan seremonial. Mesin partai harus bergerak dari struktur hingga akar rumput agar target penambahan kursi pada 2029 tidak sekadar menjadi slogan politik.
Momentum 28 tahun PAN pun dimanfaatkan untuk menguji soliditas kader sekaligus memperluas jejaring. Dari panggung rakyat di Kanjuruhan, PAN Malang Raya mulai mengirim sinyal: pertarungan menuju 2029 sudah mulai dipanaskan dari sekarang.(Djoko W)






