MALANGPARIWARA.COM – Politeknik Negeri Malang (Polinema) kembali menegaskan komitmennya agar seluruh hasil riset dosen dan mahasiswa tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Hasil riset para dosen dan mahasiswa harus mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Kami ingin Polinema menjadi kampus yang berdampak,” ujar Direktur Polinema, Ir. Supriatna Adhisuwignjo, S.T., M.T. usai mengukuhkan 469 Wisudawan Polinema di Wisuda ke-73, Sabtu (29/8/26).
Menurut Supriatna, orientasi “kampus berdampak” menjadi salah satu pilar utama dalam program kerja Polinema periode 2025–2029.
Program tersebut disusun mengacu pada Rencana Strategis Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta visi-misi dan rencana pengembangan internal Polinema.
“Khususnya, program untuk kampus berdampak,” kata Supriatna, yang kembali terpilih memimpin Polinema untuk periode 2025–2029 setelah meraih dukungan tertinggi dalam Pemilihan Direktur di Senat Polinema pada Oktober 2025.
Pada periode sebelumnya, Polinema telah memperkuat kerjasama dalam dan luar negeri, termasuk dengan Universiti Teknologi Malaysia (UTM), serta secara rutin memamerkan hasil riset melalui Polinema Expo.
Kegiatan ini dirancang untuk menjawab tantangan riil di masyarakat, mulai dari teknologi tepat guna, energi, pertanian, hingga digitalisasi UMKM.
“Melalui Polinema Expo diharapkan mampu memberikan kontribusi positif untuk menjawab berbagai tantangan, khususnya terkait peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegas Supriatna.
Ke depan, Polinema akan terus memperkuat keterkaitan antara kurikulum, riset, dan kebutuhan industri serta masyarakat, sehingga lulusan tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan solusi inovatif di lingkungan masing-masing.(Djoko W)







