MALANGPARIWARA.COM | KABUPATEN MALANG – Politik tak selalu harus dimulai dari panggung kampanye. Di Kabupaten Malang, Partai Amanat Nasional (PAN) memilih mengawali langkahnya dari kebutuhan paling dekat dengan masyarakat: sembako murah.
Sebanyak 5.000 paket sembako disiapkan dalam Pasar Murah yang digelar bertepatan dengan puncak HUT ke-28 PAN. Paket yang memiliki nilai normal sekitar Rp100 ribu hingga Rp150 ribu itu bisa ditebus masyarakat hanya dengan Rp10 ribu.
Di tengah harga kebutuhan pokok yang terus menjadi perhatian masyarakat, program tersebut menjadi cara PAN menunjukkan bahwa keberadaan partai tidak hanya dibutuhkan saat pemilu.
Ketua DPD PAN Kabupaten Malang, Makhrus Soleh, mengatakan Pasar Murah merupakan bagian dari komitmen partainya untuk menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung masyarakat.
“Pasar Murah ini bukan sekadar kegiatan dalam rangka HUT PAN. Kami ingin masyarakat mendapatkan manfaat secara langsung. Ketika kebutuhan pokok menjadi salah satu beban masyarakat, kami hadir memberikan subsidi agar sembako bisa diperoleh dengan harga yang sangat terjangkau,” ujar Makhrus.
Isi paket terdiri dari kebutuhan pokok sehari-hari, seperti beras, minyak goreng, gula, tepung terigu, teh dan kopi.
Bagi Makhrus, ukuran keberhasilan kegiatan partai bukan semata-mata meriahnya acara, melainkan seberapa jauh masyarakat memperoleh manfaat.
“Jangan sampai HUT hanya menjadi seremoni. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat merasakan manfaatnya. Pasar Murah ini salah satu bentuk kepedulian kami,” tegasnya.
PAN Tak Berhenti di Pasar Murah
Langkah PAN di Kabupaten Malang tidak berhenti pada subsidi sembako. Partai ini juga membuka Lapor PAN, kanal pengaduan yang diarahkan untuk menangkap langsung berbagai persoalan masyarakat.

Wakil Ketua Umum DPP PAN, Putri Zulkifli Hasan, mengatakan laporan warga yang masuk cukup beragam, mulai persoalan sosial, kesehatan, bantuan sosial hingga BPJS Kesehatan.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah ketidaksesuaian data desil penerima bantuan sosial.
Putri mencontohkan adanya warga dengan daya listrik rumah 900 Watt dan penghasilan di bawah upah minimum, tetapi tercatat dalam desil 9 atau 10 sehingga tidak memperoleh bantuan.
“Banyak aduan masalah desil yang tidak sesuai. Ada warga yang daya listrik rumahnya masih 900 Watt dan upahnya di bawah UMR, tetapi justru masuk desil 9 atau desil 10 sehingga tidak menerima bantuan,” ungkapnya.
Menurut Putri, laporan tersebut tidak hanya ditampung. Warga diarahkan melakukan klarifikasi dan verifikasi ulang melalui pemerintah desa atau kelurahan.
Pendampingan juga dilakukan terhadap warga yang mengalami persoalan kartu BPJS Kesehatan nonaktif.
Dengan pola tersebut, PAN mencoba membangun jalur komunikasi yang tidak hanya bekerja ketika pemilu semakin dekat.
Gus Iqdam Tarik Puluhan Ribu Jemaah
Puncak HUT PAN di Kabupaten Malang semakin semarak dengan pengajian dan doa bersama yang menghadirkan Gus Iqdam.
Jumlah jemaah ditargetkan mencapai 30.000 orang. Sebelumnya, rangkaian acara juga diisi Panggung Rakyat Merdeka, senam bersama dan berbagai perlombaan rakyat.
Putri mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-28 PAN yang digelar di sejumlah daerah dan puncaknya berlangsung di Jawa Timur.
“Ini memang dalam rangka HUT Partai Amanat Nasional ke-28. Sudah diadakan di beberapa provinsi dan puncaknya hari ini di Jawa Timur. Pagi tadi ada Panggung Rakyat Merdeka, senam, lomba-lomba rakyat, dan ada juga Pasar Murah,” ujarnya.

Target Tiga Besar, Konsolidasi Dimulai dari Bawah
Di balik kemeriahan HUT ke-28, ada agenda politik yang lebih besar. PAN menargetkan mampu masuk tiga besar nasional pada Pemilu 2029.
Target tersebut membuat konsolidasi tidak bisa menunggu momentum pemilu. Mesin partai harus bergerak sejak sekarang, termasuk memperkuat hubungan dengan masyarakat di daerah.
Kabupaten Malang menjadi salah satu medan penting. Program Pasar Murah dan Lapor PAN menjadi instrumen untuk membangun kedekatan sekaligus membaca persoalan yang dihadapi warga.
Bagi PAN, politik kemudian tidak berhenti pada perolehan suara. Partai ingin menunjukkan kehadirannya melalui kebutuhan konkret masyarakat: pangan, bantuan sosial, layanan kesehatan dan pengaduan warga.
Makhrus menegaskan PAN Kabupaten Malang ingin membangun kedekatan tersebut secara berkelanjutan.
“PAN harus dekat dengan rakyat. Apa yang menjadi kebutuhan dan keluhan masyarakat harus menjadi perhatian kita bersama,” katanya.
Jika pesan itu konsisten dijalankan, maka Pasar Murah bukan sekadar membagikan 5.000 paket sembako. Ia menjadi bagian dari strategi PAN membangun kembali kepercayaan publik dari tingkat bawah.
Pemilu 2029 memang masih di depan mata. Namun dari Kabupaten Malang, PAN sudah mulai menunjukkan arah: menyapa rakyat, menyelesaikan persoalan mereka, dan mengubah kerja sosial menjadi kekuatan politik.(Djoko W)







