Gotong Royong Tak Boleh Hilang, Babinsa dan Warga Bumiayu Jaga Tradisi Bersih Desa

MALANGPARIWARA.COM – Bersih desa di Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, bukan sekadar tradisi tahunan.

Di tengah perubahan zaman, kegiatan ini menjadi ruang warga untuk kembali merawat kebersamaan, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan semangat gotong royong.

Suasana guyub terlihat dalam kegiatan bersih desa yang berlangsung Sabtu (29/8/2026). Warga berbaur bersama unsur tiga pilar, termasuk Babinsa Koramil 0833-02/Kedungkandang Peltu Sugiantoro dan Kopka Aris.

Kehadiran Babinsa bukan hanya untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib. Mereka turut membaur bersama warga, menjadi bagian dari suasana kebersamaan yang tumbuh dalam tradisi tersebut.

Bagi masyarakat Bumiayu, bersih desa memiliki makna yang lebih dalam. Tradisi ini menjadi momentum untuk berkumpul, mempererat hubungan sosial, sekaligus mengungkapkan rasa syukur atas kehidupan yang dijalani bersama.

Babinsa Kelurahan Bumiayu Peltu Sugiantoro menegaskan, kedekatan dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kondusivitas wilayah.

“Yang paling utama adalah kebersamaan. Kami hadir bersama warga, ikut menjaga agar kegiatan berjalan aman dan tertib, sekaligus ikut melestarikan tradisi yang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kearifan lokal seperti bersih desa memiliki nilai sosial yang tidak boleh tergerus perkembangan zaman. Gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, dan rasa persaudaraan menjadi nilai yang perlu terus ditanamkan kepada generasi muda.

“Tradisi seperti ini harus terus dijaga. Bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sarana memperkuat persatuan dan kepedulian antar warga,” katanya.

Kehadiran Babinsa dan unsur tiga pilar pun mendapat respons positif dari masyarakat. Interaksi berlangsung cair dan akrab, menunjukkan bahwa hubungan antara aparat dan warga tidak hanya dibangun melalui tugas dan pengamanan, tetapi juga melalui keterlibatan langsung dalam kehidupan sosial masyarakat.

Bersih desa akhirnya menjadi lebih dari sekadar kegiatan rutin. Tradisi tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah modernisasi, kekuatan masyarakat tetap bertumpu pada kebersamaan.

Dari Bumiayu, pesan itu kembali ditegaskan: ketika warga, pemerintah kelurahan, Babinsa, dan tiga pilar bergerak bersama, gotong royong bukan sekadar slogan, tetapi menjadi kekuatan nyata untuk menjaga kerukunan dan kondusivitas lingkungan.

Kegiatan bersih desa pun berlangsung aman, tertib, dan penuh keakraban. Sebuah tradisi lama yang tetap relevan untuk menjawab tantangan zaman—dengan menjaga satu hal yang paling penting, yakni rasa guyub di tengah masyarakat.(Djoko W) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *