MALANGPARIWARA.COM – Ketepatan data akademik menjadi perhatian Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB).
Melalui workshop penguatan tata kelola akademik dan penggunaan Sistem Informasi Manajemen Akademik dan Kemahasiswaan, FBiPK UB mendorong pengelolaan data mahasiswa yang lebih tertib, akurat, dan terintegrasi dengan sistem pendidikan tinggi nasional.
Workshop yang diikuti para ketua program studi (kaprodi) dan staf akademik di lingkungan FBiPK UB tersebut tidak sekadar membahas aspek administratif.
Fokus utama diarahkan pada bagaimana memastikan data akademik, terutama data kelulusan mahasiswa, tercatat konsisten sejak awal hingga dilaporkan ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI).

Wakil Dekan Bidang Akademik FBiPK UB, Prof. Dr. Afifuddin Latif Adiredjo, S.P., M.Sc., saat membuka kegiatan menegaskan, pengelolaan data akademik merupakan tanggung jawab bersama. Ketepatan data di tingkat program studi akan menentukan kualitas data yang tersaji pada sistem universitas hingga sistem pendidikan tinggi nasional.
“Melalui workshop ini, kita ingin memastikan proses pengelolaan dan perekaman data akademik dapat dilakukan secara lebih tertib, tepat, dan terintegrasi. Sinkronisasi data menjadi bagian penting untuk memastikan informasi akademik mahasiswa yang tercatat di universitas sesuai dengan data yang dilaporkan secara nasional,” ujar Prof. Afifuddin.
Penguatan tata kelola tersebut semakin penting ketika mahasiswa memasuki tahap akhir studi.
Kesalahan atau ketidaksesuaian data yang tidak terdeteksi sejak awal dapat berdampak pada proses administrasi kelulusan.
Direktur Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik (DALA) UB, Dr. Rosihan Asamara, S.E., M.P., yang menjadi pemateri pertama, memaparkan pengelolaan administrasi akademik mulai dari mahasiswa baru hingga dinyatakan lulus.
Ia menekankan pentingnya konsistensi data internal universitas dengan data yang tercatat di PDDIKTI.
Ketelitian dalam setiap tahapan perekaman menjadi kunci agar persoalan administratif tidak muncul ketika mahasiswa memasuki proses kelulusan.
“Data akademik harus kita kelola dengan prinsip ketepatan dan konsistensi. Ketika terjadi perbedaan antara data yang ada di sistem internal dengan PDDIKTI, proses administrasi lulusan dapat ikut terdampak. Karena itu, sinkronisasi dan ketelitian sejak awal menjadi sangat penting agar tidak menimbulkan permasalahan dalam mendapatkan PISN sebagai syarat mahasiswa dapat diwisuda,” kata Dr. Rosihan.
Materi berikutnya disampaikan Direktorat Teknologi Informasi (DTI) UB. Direktur DTI UB, Dr. Raden Arief Setyawan, S.T., M.T., hadir bersama Kepala Subdirektorat Layanan Teknologi Informasi dan Literasi Digital DTI UB, Rizki Trisnadi, S.T., beserta tim.
Sesi tersebut memperkuat pemahaman peserta terhadap pemanfaatan sistem informasi dalam pengelolaan administrasi akademik dan kemahasiswaan.
Selain memahami fungsi sistem, peserta juga mendapat penguatan teknis mengenai proses perekaman dan pengelolaan data agar lebih efektif serta meminimalkan potensi kesalahan.
Bagi FBiPK UB, sinkronisasi data kelulusan dengan PDDIKTI menjadi salah satu titik penting dalam tata kelola akademik. Data yang akurat dan tepat waktu dibutuhkan agar informasi lulusan yang dilaporkan universitas tetap konsisten dengan data pada sistem pendidikan tinggi nasional.
Keterlibatan kaprodi dan staf juga menjadi bagian strategis. Mereka berada di garis depan proses administrasi akademik sehingga kesamaan pemahaman mengenai prosedur dan penggunaan sistem menjadi penting untuk menjaga konsistensi data dari tingkat program studi hingga universitas.
Prof. Afifuddin berharap workshop tersebut tidak berhenti pada pemahaman teknis, tetapi berlanjut menjadi pola kerja yang lebih tertib dan terkoordinasi.
“Harapannya, setelah workshop ini ada kesamaan pemahaman dan pola kerja dalam pengelolaan data akademik. Dengan begitu, kesalahan perekaman dapat diminimalkan dan proses pelaporan maupun sinkronisasi data kelulusan dapat dilakukan dengan lebih cepat,” ujarnya.
Penguatan tata kelola akademik sekaligus menegaskan bahwa transformasi digital perguruan tinggi tidak cukup hanya dengan menyediakan sistem.
Ketepatan penginputan, konsistensi data, koordinasi antar unit, dan disiplin pengelolaan informasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan untuk menghasilkan data akademik yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.(Djoko W)
#UniversitasBrawijaya_SDG4 #UniversitasBrawijaya_SDG8






