Juleha Malang Bersama Yasa Beri Tip Cara Menyembelih Hewan Qurban yang ASUH

MALANG
      Menyembelih hewan qurban, diharuskan memenuhi kreteria baik secara syar’i maupun tinjauan kesehatan atau dengan istilah Aman Sehat  Utuh dan Halal (Asuh).

        Berangkat dari kreteria dan aturan itu Pengurus  DPD Juru Sembelih Halal (Juleha) Malang, bekerjasama dengan Yasa, Jumat (19/07/2019) malam memberikan pelatihan teknik menyembelih hewan qurban di Masjid  Ramadhan Perum Griya Santha Malang.

          Ahmad Yani Mufiansyah Ketua DPD Juleha Kota Malang, menuturkan, kegiatan ini merupakan upaya untuk memberikan pengetahuan kepada para juru sembelih hewan qurban di Masjid-masjid di Kota Malang.

         Ia menyampaikan handling atau proses penyembelihan hewan qurban akan mempengaruhi pada daging qurban. Karena itu ada teknik tersendiri dalam menyembelih agar menghasilkan daging yang Asuh.

       “Sebelum disembelih hewan tidak boleh stres atau tersakiti. Makanya diperlulan perlakuan  khusus,  hewan tidak boleh di dekatkan dengan hewan yang sedang disembelih,”tuturnya.

        Selain itu cara menjatuhkan sapi juga tidak boleh menyakitkan atau  dengan kekerasan. Makanya juru sembelih harus tahu dan menguasai teknik tertentu saat menjatuhkan hewan qurban.

         “Juru sembelih memegang komando utama dalam pŕoses penyembelihan hewan, termasuk dalam menyiapkan peralatan penunjang handling,”tukasnya.

          Selain itu dibutuhkan pisau yang benar-benar tajam, agar hewan yang disembelih tidak merasa kesakitan. Dengan pisau yang tajam tenaga yang dibutuhkan tidak terlalu banyak baik untuk metode dorong atau metode tarik.

         Dengan cara yang benar, tambah dia tidak sekedar melancarkan proses penyembelihan hewan qurban tetapi keselamatan juru sembelih akibat gerakan spontan hewan qurban dapat dihindari.

         Sementara itu, peserta pelatihan juga diberikan bekal Fiqih Qurban oleh KH. Chamzawi pengurus MUI Kota Malang. Ini sekaligus sebagai dasar pengetahuan pemilihan hewan qurban.

          Menurut Chamzawi, hewan yang digunakan untuk qurban harus benar-benar hewan yang sehat, serta berusia setidakhya 2  tahun lebih.

          “Kreterianya harus sehat dan memenuhi sayarat secara usia ( powel). Jangan sampai memaksakan qurban denga  hewan yang sakit ini tidak boleh,”tukasnya.

         Pihaknya juga menyampaikan bahwa pengorban juga boleh menikmati daging qurban dalam batasan sewajarnya saja. Selebihnya daging dibagikan oleh panitia kepada yang berhak.

          Ia juga menyampaikan sebaiknya dalam pelaksanaan penyembelihan dikumandangkan takbir terlebih dulu, baik oleh pengkorban maupun yang menyembelih.(*)( JKW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.