Bangkit dari Pandemi, Tim PPM POLINEMA Beri Solusi Ini Kepada Warga Dau

Foto: Tim PPM POLINEMA bersama anggota kelompok dasawisma III Desa Landungsari Kecamatan Dau Kab Malang. (humas Polinema)

Rabu, 13 Oktober 2021

Malangpariwara.com
Pandemi Covid-19 yang dimulai awal tahun 2020 masih berlanjut sampai saat ini. Pandemi ini telah menjadi masalah global termasuk Indonesia.

Upaya untuk dapat keluar dari dampak ekonomi pandemi covid dilakukan secara serius oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga lingkungan RT 01 RW 09 Dusun Klandungan Desa Landungsari Kecamatan Dau Kabupaten Malang.

Usaha masyarakat untuk bangkit dari keterpurukan akibat Pandemi yang berkepanjangan itu, memiliki banyak kendala.

Untuk mengatasi kendala tersebut, tim dosen POLINEMA melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bermitra dengan Omah Jamur NKRI dan anggota kelompok dasawisma III Desa Landungsari Kecamatan Dau Kab Malang.

Tim dosen yang terdiri dari lima orang tersebut diketuai oleh Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT. dengan anggota Mila Fauziyah, ST., MT., Denda Dewatama, ST., MT., Kris Witono, ST., MT. dan Doddy Maulana,SE., M.T.

Ketua tim PPM, Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT., memberikan arahan dan pendampingan kepada warga (ist)

Ketua tim PPM, Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT., mengungkap, dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan swadaya masyarakat, POLINEMA memberikan solusi pendampingan terkait aktifitas Omah Jamur NKRI berbasis pada penanaman karakter kejujuran lebih digiatkan untuk aktifitas produksi dan diservikasi produksi.

“Upaya produksi Jamur Tiram yang dikelola oleh warga yang dikoordinatori oleh Razak telah memberikan hasil panen secara rutin setiap hari dan dapat dimanfaatkan warga dengan harga murah,” ujar Supriatna.

Hasil panen dipasarkan dalam bentuk mentah dan hasil olahan abon jamur dengan melibatkan kelompok ibu, anggota dasawisma III Desa Landungsari Kecamatan Dau Kab Malang, walaupun dalam skala usaha kecil rumahan.

Tempat budidaya jamur”omah jamur NKRI”Dau(ist)

Usaha omah jamur NKRI ini memiliki kendala dalam penyiapan baglog sebagai media tanam jamur tiram dan keterbatasan pengetahuan tentang marketing.

Pada program PPM skema Kemitraan Masyarakat ini, tim PPM menawarkan beberapa solusi diantaranya Teknologi Tepat Guna, pendampingan dan pelatihan pemasaran metode mix marketing untuk meningkatkan penjualan, pendampingan pengurusan izin merk dagang untuk usaha mitra (baglog), dan riset pendukung.

“Tim dosen menyediakan alat Steamer Baglog dengan kapasitas 320 baglog, sehingga proses budidaya akan lebih terjamin kontinyuitasnya.

“Mitra mendapatkan pelatihan dan pendampingan tentang Steamer Baglog agar dapat mengoperasikan alat dengan benar dan optimal. Tim PPM ini juga memberikan edukasi tentang pemasaran, yang ditawarkan menjadi salah satu solusi untuk permasalahan mitra adalah metode mix marketing,” urainya.

Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT., mengatakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu Tri Dharma yang diharapkan semua karya yang dihasilkan di kampus bisa menjadi karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Jadi karya di kampus bisa dibawa ke masyarakat sesuai dengan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Yang kita lakukan adalah memberdayakan masyarakat. Ada upaya agar masyarakat memiliki kemampuan untuk mandiri paling tidak secara ekonomi. Diharapkan kegiatan PPM ini dapat ditindaklanjuti oleh masyarakat untuk budidaya jamur sebagai alternatif aktivitas yang bernilai ekonomi,” katanya.

,l Rozak Mufti, koordinator usaha Jamur Tiram saat melakukan dialog dengan Tim PPM POLINEMA(ist)

Sementara itu, Rozak Mufti, koordinator usaha Jamur Tiram mengatakan dari penawaran TIM PPM POLINEMA, model yang dipilih adalah pengembangan model 4P (product, price, place, dan promotion).

alat Steamer Baglog dengan kapasitas 320 baglog, (ist)

“Alhamdulillah semua berjalan lancar, terima kasih kepada tim PPM POLINEMA yang telah melatih kami untuk penggunaan mesin boiler dan steamer serta pelatihan budi daya jamur yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Rozak Mufti, koordinator usaha Jamur Tiram.(Djoko Winahyu )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *