Malangpariwara.com – Sosok datang dari Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang. Ahmad Budi Hartono, mahasiswa Fakultas Pertanian Program Studi Peternakan, membuktikan bahwa hobi bisa menjadi jalan menuju prestasi gemilang.
Mahasiswa asal Lumajang, Jawa Timur ini berhasil mencatatkan IPK tinggi, yakni 3,81, sekaligus dikenal sebagai mahasiswa inspiratif berkat perjalanan akademik dan inovasinya di bidang peternakan.
Ahmad mengisahkan, langkahnya masuk ke Unitri bermula dari jalur undangan setelah mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) saat masih duduk di bangku SMK.
“Waktu itu saya mendapat jalur undangan dari Unitri melalui LKS. Saya ambil kesempatan itu untuk melanjutkan kuliah,” ujarnya.
Selain itu, dorongan orang tua menjadi motivasi kuat dalam perjalanannya. Ia ingin mewujudkan harapan keluarga agar ada yang menjadi sarjana.
“Orang tua ingin ada anaknya yang jadi sarjana. Itu yang membuat saya semangat untuk terus belajar,” tambahnya.
Ketertarikannya di dunia peternakan juga bukan tanpa alasan. Sejak awal, Ahmad memang memiliki hobi memelihara hewan yang kemudian berkembang menjadi fokus studinya.
“Berawal dari hobi, saya jadi tertarik mendalami ilmu peternakan,” jelasnya.
Selama kuliah, Ahmad tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga aktif dalam organisasi. Ia tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) serta organisasi ekstra kampus berbasis keislaman.
Aktivitas tersebut, menurutnya, membantu membentuk karakter sekaligus menjaga pergaulan tetap positif.
Tak hanya itu, Ahmad juga menghadirkan inovasi dalam penelitiannya. Dalam skripsinya, ia mengangkat tema pemeliharaan ayam kampung dengan kombinasi pakan dari limbah organik dan maggot segar.
Inovasi ini bertujuan menekan biaya pakan yang selama ini menjadi beban utama dalam usaha peternakan.
“Saya mencoba bagaimana pakan ternak bisa ditekan biayanya, bahkan mendekati nol, dengan memanfaatkan limbah organik rumah tangga,” paparnya.
Menurutnya, konsep ini tidak hanya menguntungkan peternak, tetapi juga berdampak positif bagi lingkungan karena mampu mengurangi limbah.
“Ini bukan hanya soal efisiensi, tapi juga bagaimana inovasi itu bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” tegasnya.
Sementara itu, Pada momen wisuda yang sama, Unitri juga melahirkan wisudawan terbaik, Nieke Dedna dari Program Studi Teknik Kimia dengan IPK hampir sempurna, 3,95.
Mahasiswi asal Kalimantan tersebut mengaku bangga bisa menempuh pendidikan di Unitri yang dikenal sebagai kampus kerakyatan.
“Unitri memberikan banyak kesempatan, termasuk beasiswa bagi mahasiswa dari berbagai daerah. Saya bangga bisa menjadi bagian dari kampus ini,” ujarnya.
Ia berharap ke depan Unitri semakin berkembang dan terus memperluas akses pendidikan bagi mahasiswa berprestasi maupun kurang mampu.(Djoko W)






