Polinema Tancap Gas Siapkan SDM Kendaraan Listrik, ITERATI Dorong Kolaborasi Nasional

Malangpariwara.com – Komitmen mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia kian nyata.

Politeknik Negeri Malang (Polinema) mengambil peran strategis dengan menggelar Seminar Nasional bertema “Peranan Politeknik dalam Pengembangan Industri Kendaraan Listrik di Indonesia”, Sabtu (18/4/2026).

Kegiatan yang digelar secara hybrid ini menghadirkan Ketua Umum ITERATI, Andi Taufan Marimba sebagai keynote speaker. Kehadirannya menegaskan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan vokasi, industri, dan pemerintah dalam menjawab tantangan transformasi industri otomotif menuju era elektrifikasi.

Direktur Polinema, Supriatna Adhisuwignjo saat membuka seminar nasional “Peranan Politeknik dalam Pengembangan Industri Kendaraan Listrik di Indonesia”.(Djoko W)

Direktur Polinema, Supriatna Adhisuwignjo menegaskan bahwa perkembangan kendaraan listrik saat ini berlangsung sangat masif, baik di tingkat global maupun nasional.

Menurutnya, Polinema hadir untuk menjawab tantangan tersebut melalui dua peran utama, yakni menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul dan memperkuat riset terapan.

“Polinema berupaya menyiapkan SDM yang akan mengisi kebutuhan industri kendaraan listrik, sekaligus mendukung kebijakan pemerintah dalam menghadapi keterbatasan energi fosil dan perubahan iklim global,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Polinema memiliki kekuatan dari berbagai program studi yang relevan, mulai dari teknik otomotif, mesin, elektro, hingga kimia dan informatika.

Seluruh bidang tersebut saling terintegrasi dalam mendukung pengembangan kendaraan listrik, mulai dari sistem mesin, baterai, hingga teknologi kontrol berbasis aplikasi.

Tak hanya itu, peran dosen juga menjadi kunci dalam penguatan ekosistem ini. Polinema terus mendorong dosen untuk aktif melakukan riset dan menjalin kerja sama dengan industri, baik di dalam maupun luar negeri.

“Sejumlah dosen bahkan telah mengikuti pelatihan internasional serta terlibat dalam riset kolaboratif lintas kampus dan industri,” ungkap Supriatna.

Dalam hal pendanaan, Polinema memanfaatkan berbagai sumber, mulai dari dukungan kementerian, pendanaan internal kampus, hingga skema kolaborasi dengan industri melalui program dana padanan.

Langkah ini diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang dapat langsung dimanfaatkan oleh dunia industri.

Sementara itu, aspek sertifikasi kompetensi juga menjadi perhatian serius.

‘Polinema menyiapkan Tempat Uji Kompetensi (TUK) di setiap program studi dengan standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), serta membuka peluang sertifikasi internasional melalui kerja sama dengan mitra industri global,” tegasnya.

Seminar ini juga menghadirkan Sekjen ITERATI, Faizal Safa yang memberikan opening speech, serta sejumlah akademisi dan praktisi industri. Di antaranya Fengky Adie Perdana dan Dasep Ahmadi yang memaparkan perkembangan serta tantangan industri kendaraan listrik di Indonesia.

Melalui forum ini, peran strategis politeknik semakin ditegaskan sebagai garda terdepan dalam mencetak tenaga kerja terampil yang siap pakai.

Diskusi yang berlangsung juga menjadi ruang kolaborasi untuk mempercepat pengembangan teknologi dan infrastruktur kendaraan listrik nasional.

Dengan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, Polinema berharap seminar ini tidak sekadar menjadi ajang diskusi, tetapi juga mampu melahirkan kerja sama konkret dan inovasi nyata.

Langkah ini menjadi bagian penting dalam mendorong transisi menuju industri otomotif yang lebih ramah lingkungan, berkelanjutan, dan berdaya saing global.(Djoko W)