Malangpariwara.com – Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) melalui Museum Anatomi di bawah Departemen Keilmuan Anatomi Histologi menyelenggarakan seminar edukasi bagi guru Biologi SMA yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Biologi se-Malang Raya.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran anatomi di sekolah melalui pendekatan langsung, interaktif, dan berbasis teknologi.
Seminar dibuka oleh Ketua Departemen Keilmuan Anatomi Histologi sekaligus Direktur Museum Anatomi FKUB, Dr. dr. Rita Rosita, M.Kes.

(Djoko w)
dr Rita menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan guru sekolah menengah dalam meningkatkan mutu pendidikan sains, khususnya di bidang anatomi.
Pada sesi awal, peserta diperkenalkan pada konsep Museum Anatomi FKUB beserta sistem kunjungan yang dirancang sebagai media pembelajaran.
Guru-guru mendapatkan gambaran bagaimana museum dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi yang mendukung proses belajar mengajar di kelas.
Selanjutnya, peserta menerima materi dasar anatomi yang disesuaikan dengan kurikulum SMA.
Penyampaian materi dilakukan secara aplikatif dan kontekstual, sehingga memudahkan guru dalam mengadaptasikannya ke dalam pembelajaran.
Kegiatan semakin menarik saat memasuki sesi unggulan berupa guided museum tour.
Dalam sesi ini, para peserta diajak mengelilingi museum untuk mengenal berbagai koleksi preparat anatomi, memahami fungsi edukatifnya, serta mempelajari prinsip etik dalam penggunaan preparat, baik makroskopis maupun mikroskopis.

Peserta juga melakukan observasi langsung terhadap berbagai sistem tubuh manusia, seperti sistem rangka, otot, saraf, hingga reproduksi.
Tidak hanya itu, FKUB turut memperkenalkan inovasi pembelajaran berbasis digital melalui fasilitas virtual histologi dan praktik hands-on menggunakan mikroskop.
Setelah rangkaian tur, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan evaluasi.
Sesi ini menjadi ruang refleksi sekaligus ajang berbagi pengalaman antar guru dalam mengembangkan metode pembelajaran biologi yang lebih efektif dan menarik.
Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan penyelesaian administrasi.
Museum Anatomi FKUB sendiri merupakan bagian dari Laboratorium Anatomi Histologi yang memiliki visi sebagai Center of Excellence Human Anatomy Study and Research.
Kehadirannya tidak hanya sebagai tempat penyimpanan preparat, tetapi juga sebagai pusat studi, pembelajaran, dan pengembangan wawasan tentang sistem tubuh manusia yang mengedepankan aspek keilmuan, pendidikan, serta penghormatan terhadap tubuh manusia.
Museum ini dirancang untuk mendukung pendidikan dan penelitian di bidang anatomi makroskopik serta tumbuh kembang janin.

Dengan koleksi puluhan preparat tubuh manusia yang diawetkan mulai dari sistem muskuloskeletal, saraf, kardiovaskular, respirasi, hingga organ reproduksi, museum ini memberikan pengalaman belajar visual dan spasial yang lebih mendalam.
Bagi pendidikan menengah, khususnya siswa kelas XI SMA, Museum Anatomi FKUB menjadi media pembelajaran yang potensial.
Melalui observasi langsung, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga dapat melihat representasi nyata struktur tubuh manusia.
Sementara bagi guru, museum ini menjadi mitra strategis dalam menghadirkan pembelajaran biologi yang lebih kontekstual dan berbasis pengalaman.
Ke depan, FKUB berharap Museum Anatomi dapat dimanfaatkan lebih luas, tidak hanya oleh mahasiswa kedokteran, tetapi juga pelajar, mahasiswa lintas disiplin, praktisi kesehatan, hingga komunitas ilmiah.
Melalui seminar ini, FKUB membuka ruang kolaborasi yang lebih kuat dengan para guru biologi, sehingga museum dapat berfungsi optimal sebagai media pembelajaran sains dan kesehatan.
Diharapkan, Museum Anatomi FKUB terus berkembang menjadi pusat edukasi anatomi, riset pendidikan, serta literasi kesehatan masyarakat yang relevan dengan kebutuhan zaman.(Djoko W)






