FKD Perkuat Layanan Disabilitas di Malang, Kadinsos Donny Sandito Soroti Pemerataan Program

Malangpariwara.com – Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang, Donny Sandito menegaskan pentingnya sinergi lintas pihak dalam upaya pemenuhan hak penyandang disabilitas.

Hal itu disampaikan menyusul berkembangnya Forum Keluarga Disabilitas (FKD) yang kini telah terbentuk di seluruh kecamatan di Kota Malang.

Menurut Donny, FKD menjadi wadah strategis untuk memperkuat dukungan bagi keluarga penyandang disabilitas, mulai dari kegiatan terapi, pelatihan keterampilan, hingga edukasi penanganan sehari-hari.

“Penanganan disabilitas tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada kerja sama berkelanjutan antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga non-pemerintah,” ujar Donny.

Ia menjelaskan, di sejumlah kelurahan juga telah dibentuk posyandu disabilitas sebagai bentuk layanan kesehatan berbasis masyarakat. Namun demikian, ia mengakui bahwa implementasi program tersebut belum merata di seluruh wilayah.

“Masih ada wilayah yang belum tersentuh secara optimal. Karena itu, pendataan menjadi sangat penting agar intervensi program bisa tepat sasaran,” tegasnya.

Terkait anggaran, Donny menyebut berbagai program untuk kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas, tidak hanya bersumber dari pemerintah kota, tetapi juga dari pemerintah pusat dan provinsi. Di antaranya melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) dari Kementerian Sosial serta bantuan lain bagi lansia, anak yatim, dan disabilitas.

Ia juga mengapresiasi peran lembaga non-pemerintah (NGO) yang turut ambil bagian dalam pemberdayaan penyandang disabilitas, termasuk pelatihan kerja di bidang kuliner dan keterampilan lainnya.

“Kami menyambut baik dan mendukung. Semua pihak harus dirangkul agar penanganan bisa berkesinambungan,” katanya.

Selain itu, Donny menyoroti masih terbatasnya fasilitas pendidikan bagi penyandang disabilitas di Kota Malang.

Sekolah luar biasa (SLB) negeri yang terbatas membuat sebagian keluarga harus mencari alternatif, termasuk lembaga swasta yang tidak semuanya gratis.

Melalui FKD, lanjutnya, keluarga penyandang disabilitas diharapkan semakin terbuka dan aktif dalam mengakses informasi serta layanan yang tersedia.

Forum ini juga menjadi sarana berbagi pengalaman antar keluarga, termasuk dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam merawat anggota keluarga disabilitas.

“Harapannya, semua bisa terdata dan mendapatkan hak dasar secara optimal,” pungkasnya.(Djoko W)