Wali Kota Malang Apresiasi Program P3M UB, Mahasiswa Dilibatkan Bantu Pembangunan hingga Tekan Inflasi

Malangpariwara.com – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengapresiasi pelaksanaan Program Mahasiswa Membangun Mitra (P3M) dan Kampung Lingkar Kampus (KLK) yang digagas oleh Universitas Brawijaya.

Program tersebut tahun ini menerjunkan mahasiswa ke 57 kelurahan yang tersebar di seluruh wilayah Kota Malang.

Walikota Malang Wahyu Hidayat didampingi Rektor UB.(Djoko W)

Menurut Wahyu Hidayat, kolaborasi antara Pemerintah Kota Malang dan Universitas Brawijaya menjadi langkah strategis dalam mengidentifikasi sekaligus membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat di tingkat kelurahan.

“Saya banyak berterima kasih kepada Pak Rektor Universitas Brawijaya. Program KLK dan P3M ini dapat terlaksana di 57 kelurahan. Ini merupakan program yang sangat baik karena ada kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi untuk melihat berbagai permasalahan sekaligus potensi yang dimiliki masyarakat Kota Malang,” ujar Wahyu. Senin( 22/6/26).

Ia menilai kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat akan memberikan dampak positif melalui berbagai program pendampingan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah.

“Mahasiswa yang sudah diberangkatkan ke 57 kelurahan tentunya akan banyak membantu masyarakat. Ada berbagai bentuk bantuan yang diberikan sesuai kebutuhan dan karakteristik tiap kelurahan, termasuk penerapan teknologi tepat guna yang dapat mendukung peningkatan ekonomi maupun lingkungan,” katanya.

Wahyu juga berharap mahasiswa dapat berkontribusi dalam mendukung sejumlah program prioritas Pemerintah Kota Malang yang saat ini sedang berjalan.

Salah satu program yang disebutkan adalah RT Berkelas, yakni program pemberian dana sebesar Rp50 juta untuk setiap RT guna mendukung pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat.

“Kami memiliki program RT Berkelas. Nantinya mahasiswa bisa membantu masyarakat menyusun program prioritas yang benar-benar dibutuhkan warga di tingkat RT. Ini penting agar pembangunan yang dilakukan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, mahasiswa juga diharapkan dapat memberikan inovasi melalui penerapan teknologi tepat guna yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kualitas lingkungan di Kota Malang.

Tak hanya mendukung pembangunan wilayah, keterlibatan mahasiswa juga diharapkan dapat membantu program pengendalian inflasi daerah, khususnya melalui program cabenisasi yang menjadi bagian dari strategi nasional pengendalian harga pangan.

Wahyu menjelaskan bahwa sejumlah wilayah di Kota Malang masih memiliki potensi lahan yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya cabai, terutama di Kecamatan Kedungkandang dan sebagian wilayah Kecamatan Blimbing.

“Salah satu upaya menekan inflasi adalah melalui program cabenisasi. Saat ini harga cabai masih cukup tinggi. Dengan bantuan bibit cabai dan pendampingan yang tepat, masyarakat di kelurahan-kelurahan yang memiliki lahan potensial dapat menanam cabai secara mandiri,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga berkontribusi menjaga stabilitas harga komoditas pangan di Kota Malang.

“Kami berharap kehadiran mahasiswa melalui P3M dan KLK dapat semakin memperkuat berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang telah dijalankan Pemkot Malang,” pungkasnya.(Djoko W)