Malang Jadi Gerbang Pendidikan ADEM Papua, 152 Siswa Siap Tempuh Pendidikan di 33 SMA/SMK Jawa Timur

Malangpariwara.com – Kota Malang kembali menjadi bagian penting dalam upaya pemerataan akses pendidikan nasional melalui penyelenggaraan Pembekalan dan Serah Terima Murid Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Papua Wilayah Jawa Timur Tahun 2026, Sabtu (11/7/2026).

Ketua Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Dr. Velix Vernando Wanggai mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi tahapan awal bagi para peserta didik asal Papua sebelum memulai pendidikan di berbagai SMA dan SMK di Jawa Timur.

Selain mempertemukan para siswa dengan pemerintah daerah, sekolah penerima, dan para pemangku kepentingan pendidikan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam menyukseskan Program ADEM Papua.

“Melalui pembekalan, para peserta dibekali berbagai materi untuk membantu proses adaptasi di lingkungan baru. Mereka dikenalkan pada budaya masyarakat Jawa Timur, tata tertib sekolah, sistem pendidikan, hingga kehidupan sosial di daerah penempatan,” ungkapnya.

Bekal tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri, kemandirian, sekaligus semangat belajar selama menjalani pendidikan.

Program ADEM Papua sendiri merupakan salah satu program strategis pemerintah dalam memberikan kesempatan yang lebih luas bagi putra-putri Papua untuk memperoleh pendidikan menengah yang berkualitas di berbagai daerah di Indonesia.

Jawa Timur menjadi salah satu provinsi yang secara konsisten dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan program tersebut.

Suasana pembekalan Murid ADEM Papua Jawatimur.(Djoko W)

Pada tahun 2026, Jawa Timur kembali menerima sebanyak 152 siswa ADEM Papua yang berasal dari 11 kabupaten/kota di Papua. Mereka akan menempuh pendidikan di 33 SMA dan SMK yang tersebar di 11 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa membuka pembekalan .(Djoko W)

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa Program ADEM Papua merupakan wujud nyata komitmen negara dalam menghadirkan pemerataan akses pendidikan berkualitas bagi seluruh anak bangsa.

Menurut Khofifah, para siswa ADEM bukan sekadar peserta didik yang belajar di Jawa Timur, melainkan telah menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Jawa Timur. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta didukung pendampingan yang mampu mengembangkan karakter, prestasi, dan cita-cita para siswa.

Ia menjelaskan bahwa Program ADEM tidak hanya membuka kesempatan memperoleh pendidikan yang lebih baik, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan antaranak bangsa melalui pembelajaran lintas budaya.

Para siswa diharapkan memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh, menghormati guru, membangun persahabatan, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Papua kepada masyarakat Jawa Timur.

Khofifah juga berharap para peserta mampu menyelesaikan pendidikan dengan hasil terbaik, kemudian kembali ke tanah kelahirannya membawa bekal ilmu pengetahuan, pengalaman, wawasan kebangsaan, serta semangat membangun Papua.

“Jangan hanya membawa ijazah, tetapi bawalah ilmu, pengalaman, persaudaraan, dan semangat untuk membangun daerah asal,” pesannya.

Pada kesempatan itu, Khofifah turut menyampaikan apresiasi kepada para kepala sekolah, guru, tenaga pendamping, serta seluruh pihak yang selama ini mendukung keberhasilan Program ADEM Papua di Jawa Timur.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam melahirkan generasi muda Papua yang cerdas, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Selain prosesi serah terima siswa kepada pemerintah daerah dan sekolah penerima, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemerintah kabupaten/kota, serta satuan pendidikan dalam memastikan seluruh peserta memperoleh layanan pendidikan yang optimal.

Pelaksanaan Pembekalan dan Serah Terima Murid ADEM Papua Wilayah Jawa Timur Tahun 2026 di Kota Malang menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tidak hanya menjadi sarana meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga jembatan mempererat persatuan, memperkuat keberagaman, dan menghadirkan keadilan pendidikan bagi seluruh anak Indonesia, tanpa memandang latar belakang maupun wilayah asal.(Djoko W)