Raih Beasiswa ADEM ke Jawa Timur, Anak Nelayan Asal Papua Siap Wujudkan Mimpi dan Membanggakan Orang Tua

Malangpariwara.com – Kota Malang menjadi titik awal perjalanan ratusan pelajar asal Papua untuk menggapai masa depan melalui pendidikan.

Sabtu (11/7/2026), Pemerintah menggelar Pembekalan dan Serah Terima Murid Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Papua Wilayah Jawa Timur Tahun 2026, sebagai bekal sebelum para siswa menempuh pendidikan di berbagai SMA dan SMK unggulan di Jawa Timur.

Program ADEM merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi putra-putri Papua. Melalui program ini, siswa yang lolos seleksi mendapatkan beasiswa penuh untuk melanjutkan pendidikan di luar daerah, sekaligus memperluas wawasan dan pengalaman sebagai bekal membangun tanah kelahirannya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, sat m3nyerahkan santunan kepada anak yatim piatu .(Djoko W)

Kegiatan pembekalan dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ketua Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Dr. Velix Vernando Wanggai, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur Imam Hidayat, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai, Kepala Bakorwil Malang, Kepala Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Jawa Timur, serta jajaran pejabat Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Di balik pelaksanaan program tersebut, tersimpan kisah perjuangan para peserta yang penuh harapan. Salah satunya datang dari Benyinya Dumuta Wemagi, pelajar asal Merauke, Papua Selatan, lulusan SMP YPPK St. Adrianus Bade.

Anak dari keluarga nelayan itu berhasil lolos sebagai penerima beasiswa ADEM dan akan melanjutkan pendidikan di SMAN 4 Kediri bersama tiga rekannya sesama pelajar asal Merauke.

Dengan mata berbinar, Benyinya mengaku kesempatan belajar di Jawa Timur merupakan anugerah besar bagi keluarganya yang selama ini hidup dalam keterbatasan ekonomi.

“Puji Tuhan, rasanya senang sekali. Orang tua kami tidak mampu membiayai sekolah di luar daerah. Saat saya bisa terpilih melalui program ini, saya sangat bersyukur,” ungkapnya.

Ia mengatakan, motivasi terbesarnya bukan sekadar meraih pendidikan yang lebih baik, tetapi juga membalas perjuangan kedua orang tuanya yang selama ini bekerja keras demi masa depan anak-anaknya.

“Saya ingin belajar sungguh-sungguh supaya bisa membanggakan orang tua dan keluarga. Setelah selesai sekolah nanti, saya ingin kembali ke Papua untuk ikut membangun daerah saya,” katanya.

Benyinya menuturkan, keikutsertaannya dalam seleksi ADEM berangkat dari keinginan mengubah masa depan. Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuat beasiswa ini menjadi harapan besar agar cita-citanya tetap dapat diraih.

“Kalau saya, cita-cita saya ingin masuk Akpol (Akademi Kepolisian),” ujarnya penuh optimistis.

Kisah serupa juga datang dari Alberta, siswi asal Papua yang turut diterima di SMAN 4 Kediri melalui Program ADEM.

Rasa haru dan syukur tak mampu ia sembunyikan ketika mengetahui dirinya dinyatakan lolos.

“Puji Tuhan, rasanya senang sekali. Orang tua kami tidak mampu, jadi saat kami mendapat nilai yang baik dan bisa terpilih, kami sangat bersyukur,” tuturnya.

Baginya, kesempatan belajar di Jawa Timur bukan hanya membuka jalan menuju pendidikan yang lebih baik, tetapi juga menjadi langkah awal untuk mewujudkan cita-cita besarnya.

Saat ditanya mengenai impian di masa depan, Alberta menjawab mantap.

Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Jawa Timur kelak dapat dibawa pulang untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Papua.

Keberangkatan para pelajar berprestasi ini difasilitasi sepenuhnya oleh pemerintah.

Proses seleksi dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten, dilanjutkan seleksi di tingkat provinsi, hingga akhirnya para peserta diberangkatkan secara resmi ke Jawa Timur.

Untuk penempatan di SMAN 4 Kediri, terdapat empat pelajar asal Merauke yang terdiri atas dua siswa laki-laki dan dua siswi perempuan.

Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) diharapkan terus menjadi jembatan bagi putra-putri Papua untuk memperoleh pendidikan terbaik.

Dari program ini diharapkan lahir generasi muda Papua yang unggul, berkarakter, dan memiliki daya saing, serta kembali ke daerah asal untuk mengabdi dan menjadi bagian dari percepatan pembangunan Papua melalui ilmu pengetahuan dan pengalaman yang mereka peroleh.(Djoko W)