Bentengi Generasi dari Krisis Moral, Danramil Sukun Tanamkan Wawasan Kebangsaan kepada Guru Sekolah Sukma

Malangpariwara.com – Penguatan karakter bangsa tidak hanya menjadi tanggung jawab keluarga, tetapi juga dunia pendidikan.

Berangkat dari semangat tersebut, Komandan Koramil (Danramil) 0833-04/Sukun, Kapten Czi Fathur, memberikan pembekalan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada para guru Sekolah Sukma di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan teritorial TNI AD yang bertujuan memperkokoh nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan derasnya arus budaya global, penguatan wawasan kebangsaan dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki rasa cinta tanah air.

Dalam paparannya, Kapten Czi Fathur menegaskan bahwa guru memegang peranan strategis dalam membangun masa depan bangsa.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik peserta didik, tetapi juga dari kemampuan sekolah melahirkan generasi yang memiliki moral, etika, disiplin, serta semangat kebangsaan yang kuat.

“Guru bukan sekadar pengajar ilmu akademik, melainkan arsitek utama dalam membentuk karakter, moralitas, dan rasa cinta tanah air peserta didik berdasarkan empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya.

Ia menjelaskan, berbagai tantangan bangsa saat ini, mulai dari penyebaran informasi yang tidak terverifikasi, paham radikalisme, intoleransi, perundungan, hingga menurunnya kepedulian sosial, menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi bersama.

Karena itu, sekolah menjadi salah satu benteng utama dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak usia dini.

Kapten Czi Fathur juga mengajak seluruh tenaga pendidik untuk terus menjadi teladan dalam menanamkan sikap disiplin, toleransi, gotong royong, serta semangat persatuan kepada para siswa.

Menurutnya, pendidikan karakter yang dilakukan secara konsisten akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

Sementara itu, pihak Sekolah Sukma menyampaikan apresiasi atas kepedulian Koramil 0833-04/Sukun dalam memberikan penguatan Wawasan Kebangsaan kepada para guru.

Pembekalan tersebut dinilai menjadi bekal penting bagi pendidik dalam mengintegrasikan nilai-nilai bela negara ke dalam proses pembelajaran maupun aktivitas sekolah sehari-hari.

Melalui sinergi antara TNI dan lembaga pendidikan, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang mampu melahirkan generasi penerus yang unggul, berkarakter, memiliki jiwa nasionalisme yang kokoh, serta siap menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah dinamika perkembangan global.

Judul ini dibuat lebih kuat karena menonjolkan isu yang sedang relevan, yakni pentingnya pendidikan karakter dan nasionalisme di tengah tantangan era digital, sehingga memiliki nilai berita yang lebih tinggi sekaligus lebih menarik bagi pembaca.(Djoko W)