Malangpariwara.com – Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran sains di sekolah dasar tidak cukup hanya mengandalkan teori di dalam buku.
Pengalaman belajar yang melibatkan praktik langsung dinilai mampu membangkitkan rasa ingin tahu, melatih berpikir kritis, sekaligus menanamkan karakter positif kepada siswa.
Semangat itulah yang diwujudkan Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Malang (Polinema) melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk Bimbingan Teknis Pembuatan Media Ajar Inovatif Fun Science di SD Mutiara Harapan Lawang, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan yang diketuai Dr. Lintang Alivia Anggerta, S.T., M.T. tersebut menjadi bagian dari komitmen Polinema dalam mendukung implementasi 7 Pembiasaan Anak Indonesia Hebat, khususnya membangun budaya gemar belajar, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
Pelatihan difokuskan untuk memperkuat kompetensi guru dalam merancang sekaligus memanfaatkan media pembelajaran berbasis eksperimen sederhana yang aman, praktis, dan mudah diterapkan dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS).
Suasana pelatihan berlangsung hidup. Diskusi berlangsung hangat, para guru aktif mengajukan pertanyaan, sementara rasa penasaran tampak ketika mereka menyaksikan demonstrasi berbagai eksperimen sains sederhana.
Antusiasme peserta menunjukkan bahwa pembelajaran sains dapat dikemas secara menyenangkan tanpa harus menggunakan peralatan laboratorium yang rumit.
Menurut Dr. Lintang, pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman langsung menjadi salah satu cara efektif untuk membantu siswa memahami konsep-konsep ilmiah yang selama ini dianggap sulit.
“Pembelajaran sains akan lebih bermakna apabila siswa terlibat langsung dalam kegiatan eksperimen. Dengan media sederhana, aman, dan mudah diterapkan, siswa dapat belajar melalui pengalaman langsung,” ujarnya.
Dalam sesi praktik, peserta diajak menyaksikan eksperimen Letusan Gunung Api Mini sebagai contoh penerapan pembelajaran berbasis praktik di kelas.
Selain itu, guru-guru juga diperkenalkan pada dua eksperimen lain yang terdapat dalam Kit Fun Science, yakni percobaan Konduktor dan Isolator Panas serta Filtrasi Air Sederhana.
Ketiga eksperimen tersebut dirancang agar mudah direplikasi menggunakan bahan yang relatif sederhana, sehingga guru dapat mengadaptasikannya dalam proses pembelajaran sehari-hari tanpa membutuhkan biaya besar.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Jurusan Teknik Kimia Polinema juga menyerahkan Kit Fun Science beserta Booklet Panduan Eksperimen Fun Science kepada SD Mutiara Harapan Lawang.
Panduan tersebut diharapkan menjadi referensi praktis bagi guru untuk terus mengembangkan pembelajaran berbasis eksperimen secara mandiri.
Program ini melibatkan tim dosen yang terdiri atas Ernia Novika Dewi, S.T., M.T., Rosita Dwi Chrisnandari, S.Si., M.Si., Cahyo Sunu Widagdo, S.T., M.T., Dr. Drs. Arif Rahman Hakim, M.Si., dan Dr. Heny Dewajani, S.T., M.T., bersama mahasiswa Citra Fadilah, Farrel Alban Anrizan, Syahna Ariqah Rangkuti, serta Syifa Alya Ramadhani.
Kepala SD Mutiara Harapan Lawang, Sri Purwahyuningsih, S.Pd., memberikan apresiasi atas kepedulian Polinema dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar melalui penguatan kompetensi guru.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim Pengabdian kepada Masyarakat. Kami berharap media pembelajaran ini dapat dimanfaatkan sehingga pembelajaran di sekolah lebih menarik, menyenangkan, dan mampu meningkatkan minat belajar siswa,” katanya.
Ia menilai kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini.
Menurutnya, guru tidak hanya memperoleh tambahan wawasan, tetapi juga keterampilan praktis untuk menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif.
Melalui pelatihan ini, para peserta memperoleh pemahaman mengenai perancangan media ajar berbasis eksperimen sederhana yang mampu meningkatkan motivasi belajar, kreativitas, serta pemahaman siswa terhadap konsep-konsep sains.
Lebih jauh, kegiatan ini mempertegas implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
Polinema berharap kolaborasi dengan sekolah dasar dapat terus berlanjut sehingga inovasi pembelajaran tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi benar-benar diterapkan di ruang kelas.
Dengan menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif melalui pendekatan Fun Science, Polinema optimistis budaya belajar yang menyenangkan dapat tumbuh sejak pendidikan dasar.
Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS, tetapi juga membentuk generasi yang lebih kritis, kreatif, kolaboratif, dan memiliki karakter sesuai semangat 7 Pembiasaan Anak Indonesia Hebat.( Djoko W)







