PASURUAN, Malangpariwara.com – Suasana penuh semangat mewarnai aktivitas belajar di SMAN 1 Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Kamis (23/7/2026).
Memasuki pekan pertama setelah berakhirnya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), para peserta didik baru telah menunjukkan kemampuan beradaptasi dengan cepat.
Mereka tidak hanya mulai akrab dengan lingkungan sekolah, tetapi juga antusias mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah pengembangan minat dan bakat.
Perubahan yang terlihat dalam waktu singkat tersebut menjadi indikator keberhasilan proses pembinaan yang diterapkan sekolah.
Adaptasi siswa berlangsung secara alami karena sejak awal mereka diperkenalkan pada budaya sekolah yang mengedepankan nilai kebersamaan, kedisiplinan, serta pembentukan karakter.

Wakil Kepala SMAN 1 Purwosari Bidang Kesiswaan sekaligus Koordinator Ekstrakurikuler, Totok, mengungkapkan rasa bangganya melihat antusiasme para siswa baru yang langsung berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sekolah.
Menurutnya, keberanian siswa untuk mencoba berbagai organisasi dan ekstrakurikuler menjadi modal penting dalam membangun karakter sekaligus melahirkan prestasi di masa mendatang.
“Kami bangga melihat semangat luar biasa yang ditunjukkan para siswa. Mereka mampu beradaptasi dengan baik, membangun kebersamaan, dan mulai aktif mengikuti berbagai ekstrakurikuler. Kami berharap semangat ini akan melahirkan banyak prestasi baru, baik dari siswa kelas X maupun kelas XI dan XII yang selama ini juga terus berkembang,” ujar Totok.
Ia menjelaskan, hampir seluruh kegiatan ekstrakurikuler mendapat respons positif dari peserta didik baru.
Bidang olahraga, seni, organisasi, kepramukaan, hingga kegiatan pengembangan kepemimpinan menjadi pilihan yang diminati sebagai ruang mengasah potensi sekaligus membentuk kepercayaan diri.
Keberhasilan adaptasi siswa tersebut, lanjut Totok, tidak terlepas dari pelaksanaan MPLS yang dirancang lebih edukatif dan humanis. Kegiatan tidak sekadar mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi menjadi proses awal pembentukan karakter yang berkelanjutan.
Hal senada disampaikan Humas SMAN 1 Purwosari, Mahfudz.

Ia mengatakan MPLS Tahun Pelajaran 2026/2027 disusun secara komprehensif agar peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang positif sejak pertama menginjakkan kaki di sekolah.
“MPLS kami laksanakan tanpa perpeloncoan. Seluruh materi diarahkan untuk membangun karakter, memperkuat wawasan kebangsaan, menanamkan kedisiplinan, serta membentuk kepedulian sosial peserta didik,” jelasnya.
Pelaksanaan MPLS berlangsung selama sepekan, mulai 9 hingga 17 Juli 2026. Tahapan awal diawali dengan tes psikologi, pra-MPLS, serta pembiasaan salat berjamaah sebagai proses adaptasi terhadap budaya sekolah.
Pada pembukaan resmi, peserta didik dikenalkan dengan profil sekolah, visi dan misi, tenaga pendidik, kurikulum, organisasi siswa, hingga penguatan karakter melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH).
Materi berikutnya difokuskan pada pembentukan karakter melalui eksplorasi diri, penguatan budaya saling menghormati, deklarasi Pelajar Santun, edukasi pencegahan perundungan, penyalahgunaan narkoba, bahaya kejahatan digital, pergaulan bebas, serta pentingnya kejujuran dan kepatuhan terhadap tata tertib sekolah.
Tidak hanya itu, siswa juga mengikuti Literasi Berbasis Buku (LBB), asesmen awal, edukasi pola hidup sehat, hingga tur mengenal fasilitas sekolah sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Memasuki hari-hari akhir MPLS, peserta didik diajak memperkuat rasa kebersamaan melalui demonstrasi ekstrakurikuler, penampilan OSIS, serta Program ASKI (Aman, Sehat, Resik, Indah) di area kebun sekolah.
Kegiatan tersebut menjadi sarana membangun kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Seluruh rangkaian MPLS ditutup dengan evaluasi, pemberian penghargaan kepada peserta terbaik, apresiasi yel-yel terbaik, serta refleksi bersama sebagai peneguhan komitmen menjalani kehidupan sekolah dengan semangat positif.
Mahfudz menambahkan, sekolah juga menerapkan pembiasaan disiplin sejak hari pertama, mulai dari ketepatan waktu, penggunaan seragam sesuai ketentuan, membawa bekal makanan bergizi dan tumbler, hingga kewajiban mengikuti salat berjamaah serta membawa perlengkapan ibadah.
Pelaksanaan MPLS juga didukung psikolog, tenaga kesehatan dari Puskesmas, aparat kepolisian, PMR, dan OSIS sebagai pendamping.
“Kolaborasi berbagai pihak ini menjadi bentuk komitmen sekolah dalam menghadirkan MPLS yang aman, ramah anak, bebas perpeloncoan, sekaligus memberikan bekal karakter yang kuat kepada peserta didik baru,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Purwosari, Trisnurini Tantrianingrum, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan pribadi yang berkarakter dan berintegritas.
Ia berharap pengalaman selama MPLS menjadi fondasi bagi para siswa untuk terus berkembang, aktif berkarya, dan mengukir prestasi di berbagai bidang.
“Dengan pembinaan yang edukatif, humanis, dan berorientasi pada penguatan Profil Pelajar Pancasila, kami optimistis siswa baru mampu beradaptasi dengan cepat, memiliki semangat belajar yang tinggi, serta meraih prestasi akademik maupun non akademik sepanjang tahun ajaran 2026/2027,” pungkasnya.( Djoko W)






