UM dan Universitas Ma Chung Bangun Ekosistem Riset Kolaboratif, Perkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi di Malang Raya

 

MALANGPARIWARA.COM – Kolaborasi antar kampus semakin menjadi kebutuhan di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menjawab tantangan tersebut, Universitas Negeri Malang (UM) bersama Universitas Ma Chung resmi memperkuat kemitraan akademik melalui inisiasi Memorandum of Understanding (MoU) dan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) yang menitikberatkan pada pengembangan riset, pengabdian kepada masyarakat, serta pemanfaatan laboratorium secara bersama.

Kerja sama yang ditandatangani di Graha Rektorat UM ini menjadi tonggak baru bagi kedua perguruan tinggi dalam membangun ekosistem penelitian yang lebih terbuka, kolaboratif, dan berorientasi pada penyelesaian berbagai persoalan nyata di masyarakat.

Delegasi Universitas Ma Chung dipimpin Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Kestrilia Rega Prillianti, S.Si., M.Si., sedangkan Universitas Negeri Malang diwakili jajaran pimpinan, termasuk Kepala UPT Laboratorium Terpadu UM, Prof. Dr. Hadi Nur.

Dr. Kestrilia Rega Prillianti menjelaskan bahwa penandatanganan MoA merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang telah dibangun sebelumnya.

Tahap berikutnya adalah menerjemahkan kesepakatan tersebut ke dalam berbagai program kolaborasi yang dapat langsung dijalankan oleh kedua institusi.

Menurutnya, sinergi ini bukan sekadar kerja sama administratif, tetapi menjadi upaya membuka akses yang lebih luas bagi sivitas akademika kedua perguruan tinggi untuk saling berbagi sumber daya, pengalaman, hingga fasilitas penelitian.

“Harapannya, peluang yang dimiliki baik oleh UM maupun Universitas Ma Chung dapat diakses oleh sivitas akademika kedua universitas. Dengan demikian, kolaborasi ini dapat menghasilkan riset dan pengabdian kepada masyarakat yang lebih berdampak serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai, kolaborasi yang terbangun akan memperkuat kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama dalam menghasilkan riset yang aplikatif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia industri.

Sementara itu, Kepala UPT Laboratorium Terpadu UM, Prof. Dr. Hadi Nur, menegaskan bahwa laboratorium merupakan titik awal lahirnya inovasi. Karena itu, pemanfaatan fasilitas laboratorium secara bersama menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kualitas penelitian sekaligus memperluas ruang kolaborasi antar peneliti.

“Riset selalu berawal dari laboratorium. Dari sanalah lahir berbagai topik penelitian yang kemudian berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas,” jelasnya.

Ia menambahkan, setiap perguruan tinggi memiliki keunggulan dan karakteristik yang berbeda, baik dari sisi peralatan laboratorium, kompetensi peneliti, maupun bidang keilmuan. Dengan menggabungkan kekuatan tersebut, kedua institusi diyakini mampu menghasilkan penelitian yang lebih komprehensif dan berdaya saing.

Melalui kerja sama ini, dosen, peneliti, dan mahasiswa dari kedua kampus akan memperoleh kesempatan memanfaatkan fasilitas laboratorium secara bersama untuk mengembangkan riset multidisiplin.

Selain memperkaya pengalaman akademik, kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu melahirkan publikasi ilmiah, inovasi teknologi, hingga program pengabdian kepada masyarakat yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Bagi mahasiswa, sinergi ini membuka peluang memperoleh pengalaman belajar berbasis riset yang lebih luas, memperkuat kompetensi akademik, sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja maupun pengembangan ilmu pengetahuan.

Universitas Negeri Malang memandang kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk memperluas jejaring penelitian di Malang Raya.

Ke depan, model kemitraan serupa diharapkan terus berkembang dengan melibatkan lebih banyak perguruan tinggi, dunia usaha, industri, hingga pemerintah sehingga mampu mempercepat lahirnya inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah dan peningkatan daya saing bangsa.

Kolaborasi antara UM dan Universitas Ma Chung sekaligus menegaskan bahwa kemajuan perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kapasitas masing-masing institusi, tetapi juga oleh kemampuan membangun sinergi yang saling menguatkan dalam menghasilkan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi bagi masyarakat.(Djoko W)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *