Hikmah Bafaqih: Ketahanan Keluarga Tak Bisa Diserahkan pada Orang Tua, Negara Harus Hadir

MALANGPARIWARA.COM | MALANG – Keluarga menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perubahan pola hidup, derasnya arus informasi digital, hingga pergeseran nilai sosial membuat keluarga tidak cukup hanya dibekali kemampuan ekonomi.

Ketahanan keluarga harus menjadi perhatian bersama dan membutuhkan kehadiran masyarakat hingga pemerintah.

Pesan itu disampaikan Ketua DPC PKB Kota Malang, Hikmah Bafaqih, M.Pd, dalam sosialisasi “Penguatan Ketahanan Keluarga di Tengah Perubahan Sosial” di Savana Hotel & Convention Malang, Minggu (30/8/2026).

Ratusan peserta dari berbagai komunitas se-Malang Raya hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka membahas berbagai tantangan yang dihadapi keluarga di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat.

Hikmah menilai persoalan keluarga saat ini tidak bisa lagi dilihat secara sederhana. Ketika tekanan ekonomi, perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan sosial bertemu, keluarga menjadi salah satu pihak yang paling merasakan dampaknya.

Karena itu, menurutnya, ketahanan keluarga harus dibangun secara menyeluruh.

“Ketahanan keluarga bukan hanya soal bagaimana keluarga mampu bertahan menghadapi persoalan ekonomi. Lebih dari itu, ketahanan keluarga menyangkut kemampuan membangun komunikasi, menjaga nilai-nilai, mendampingi anak, serta menghadapi perubahan sosial secara bersama-sama,” kata Hikmah.

Ia menekankan, rumah harus tetap menjadi tempat pertama bagi anak untuk mendapatkan pendidikan karakter dan rasa aman.

Di tengah derasnya informasi dari media sosial dan internet, orang tua dituntut tidak hanya mengawasi, tetapi juga membangun komunikasi yang terbuka dengan anak.

“Keluarga harus menjadi ruang pertama untuk pendidikan karakter, tempat anak mendapatkan rasa aman, sekaligus tempat tumbuhnya nilai-nilai gotong royong dan kepedulian. Ketika keluarga kuat, masyarakat juga memiliki fondasi yang lebih kuat,” ujarnya.

Jangan Bebankan Semua kepada Keluarga

Hikmah juga mengingatkan agar persoalan ketahanan keluarga tidak seluruhnya dibebankan kepada orang tua.

Menurutnya, keluarga membutuhkan lingkungan sosial yang sehat. Karena itu, pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas dan masyarakat harus mengambil bagian.

Pendekatan tersebut penting karena persoalan yang dihadapi keluarga semakin beragam. Mulai dari pengasuhan anak, pendidikan, tekanan ekonomi, penggunaan teknologi hingga perubahan pola interaksi sosial.

“Penguatan ketahanan keluarga tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Harus ada kolaborasi antara keluarga, masyarakat, komunitas, lembaga pendidikan, pemerintah dan berbagai elemen sosial lainnya,” tegasnya.

Dalam konteks itu, Hikmah melihat komunitas memiliki posisi strategis. Komunitas bukan hanya tempat berkumpul, tetapi bisa menjadi ruang berbagi pengalaman, membangun solidaritas dan menemukan solusi atas persoalan sosial yang muncul di lingkungan masing-masing.

“Karena itu, forum seperti ini penting. Kita tidak hanya berbicara tentang persoalan keluarga, tetapi juga membangun jejaring antar-komunitas agar masyarakat bisa saling belajar dan saling menguatkan,” katanya.

Dari Forum Menjadi Gerakan

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Ratusan peserta dari berbagai komunitas se-Malang Raya mengikuti pemaparan dan diskusi mengenai dinamika keluarga menghadapi perubahan sosial.

Bagi Hikmah, forum semacam ini tidak boleh berhenti pada kegiatan sosialisasi. Harus ada tindak lanjut yang mampu menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung.

Penguatan keluarga, kata dia, pada akhirnya merupakan investasi sosial. Keluarga yang memiliki komunikasi kuat, mampu mendampingi anak dan menjaga kepedulian sosial akan menjadi fondasi bagi terbentuknya masyarakat yang lebih tangguh.

Di tengah perubahan zaman yang tidak mungkin dihentikan, pilihan keluarga bukan menutup diri dari perubahan. Sebaliknya, keluarga harus mampu beradaptasi tanpa kehilangan nilai yang menjadi pijakannya.

Keluarga kuat, masyarakat kuat. Dan dari keluarga yang kuat pula, masa depan generasi berikutnya dipertaruhkan.(Djoko W)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *