Bukan Sekadar Rapat, SBW Malang Konsolidasikan Seluruh Unit untuk Dongkrak Pelayanan Anggota

MALANGPARIWARA.COM, MALANG — Pelayanan prima tidak cukup dibangun dengan slogan. Ia harus dikawal dari dalam organisasi, melalui koordinasi yang konsisten, evaluasi terbuka, dan kinerja yang terukur. Prinsip itu yang kini diperkuat Koperasi Setia Budi Wanita (SBW) Malang.

Sebanyak 50 pengurus dan karyawan dari berbagai lini usaha SBW berkumpul dalam Rapat Karyawan Rutin Bulanan, Rabu (2/9), di lantai 2 Kantor Koperasi SBW, Jalan Raden Intan No. 108, Kota Malang.

Forum tersebut menjadi momentum untuk menyatukan langkah seluruh unit, sekaligus memastikan target usaha dan kualitas pelayanan kepada anggota tidak berjalan sendiri-sendiri.

Ketua I Koperasi SBW Malang, Mirna Anggraini, SE, menegaskan rapat bulanan memiliki fungsi strategis. Selain mengevaluasi kinerja, forum tersebut menjadi ruang menyelaraskan program dan memperkuat komunikasi antar unit.

“Rapat koordinasi rutin ini bukan sekadar agenda bulanan biasa, melainkan wadah evaluasi sekaligus penyelarasan langkah antar-unit usaha. Kita ingin memastikan seluruh karyawan bekerja dengan sungguh-sungguh, melayani setulus hati, dan terus memegang teguh semangat gotong royong demi menjaga SBW tetap jaya,” ujar Mirna.

Konsolidasi tidak hanya menyentuh persoalan operasional. Bidang Kelembagaan yang diwakili I Gusti Ayu, SKM, dan Benedecta, S.Sos., M.AP., menyoroti pentingnya sinergi internal serta tata kelola organisasi.

Sementara Bidang Usaha dan Keuangan yang disampaikan Hj. Sudiastuti, Dra. Jujun Harjuni, MM, dan Tri Retno Ririn, SE, mengarahkan pembahasan pada capaian kinerja keuangan serta target operasional masing-masing unit usaha.

Pesan yang mengemuka cukup jelas: pertumbuhan bisnis harus dibarengi dengan profesionalisme pelayanan.

Hj. Sudiastuti menilai keberhasilan unit seperti SBW Mart, Kedai Kopi Caru, hingga SBW Tour & Travel tidak hanya ditentukan oleh capaian penjualan. Kepuasan anggota dan efisiensi kerja menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari keberlanjutan usaha koperasi.

“Pertumbuhan unit-unit usaha seperti SBW Mart, Kedai Kopi Caru, hingga SBW Tour & Travel sangat bergantung pada profesionalisme dan kepuasan anggota. Oleh karena itu, efisiensi operasional dan standar pelayanan prima harus terus kita tingkatkan dari waktu ke waktu,” tuturnya.

Rapat yang dimulai pukul 08.00 WIB itu berlangsung sekitar satu jam. Namun pembahasannya tidak berhenti pada laporan dan paparan pengurus.

Karyawan diberi ruang menyampaikan pertanyaan, gagasan, sekaligus persoalan yang ditemui dalam aktivitas pelayanan sehari-hari.

Pola ini menjadi penting agar keputusan organisasi tidak hanya lahir dari ruang pengurus, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman mereka yang berhadapan langsung dengan anggota.

Di tengah semakin beragamnya unit usaha SBW, koordinasi menjadi kunci. Setiap lini memiliki karakter pelayanan berbeda, tetapi seluruhnya membawa nama dan kepentingan anggota koperasi.

Karena itu, SBW menempatkan pelayanan sebagai bagian dari budaya organisasi, bukan sekadar target kerja.

Komitmen tersebut ditegaskan melalui nilai yang terus diinternalisasi kepada seluruh jajaran, yakni “Kami ada untuk melayani Anda” dan “Terdepan dan terpercaya.”

Bagi SBW Malang, menjaga kepercayaan anggota berarti memastikan setiap lini bekerja dengan standar yang sama: profesional, responsif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan anggota.

Rapat bulanan pun bukan sekadar rutinitas. Ia menjadi ruang untuk mengukur langkah, membongkar persoalan dan memastikan seluruh mesin organisasi bergerak menuju tujuan yang sama: koperasi yang semakin kuat dan pelayanan yang semakin berkualitas.(Djoko W)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *