550 Maba FIKSFAR UMM Tumbuhkan GREEN SEED, Siapkan Generasi Kesehatan Berdampak

MALANGPARIWARA.COM – Fakultas Ilmu Kesehatan dan Farmasi (FIKSFAR) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyambut ratusan mahasiswa baru melalui Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (PESMABA) 2026.

Tahun ini, sebanyak 550 mahasiswa baru bergabung dan diproyeksikan menjadi bagian dari generasi kesehatan yang tidak hanya menguasai keilmuan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Mengusung tema “GREEN SEED: Growing EcoGenZ”, PESMABA FIKSFAR UMM di Kampus II UMM, Rabu (9/9/2026), menjadi pintu masuk bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus memahami nilai yang akan mereka bawa selama menempuh pendidikan.

Kanan Dekan FIKSFAR UMM Dr. apt. Hidajah Rachmawati (Djoko W)

Dekan FIKSFAR UMM Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS., menjelaskan, GREEN SEED menggambarkan mahasiswa baru sebagai benih yang memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang.

Proses tersebut diterjemahkan melalui kata Growing, yakni perjalanan mahasiswa dalam bertumbuh melalui ilmu, pengalaman, pembelajaran dan bimbingan selama berada di lingkungan FIKSFAR.

Sedangkan EcoGenZ menggambarkan generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap kesehatan dan lingkungan serta mampu memberikan perubahan positif.

“Small Steps, Big Impact” menjadi penguat tema tersebut. Menurut Hidajah, perubahan dan dampak besar dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

“Secara keseluruhan, tema GREEN SEED: Growing EcoGenZ menggambarkan perjalanan mahasiswa baru sebagai benih yang tumbuh dan berkembang menjadi generasi muda yang peduli terhadap kesehatan dan lingkungan serta mampu memberikan dampak positif,” jelas Hidajah.

550 Mahasiswa, Tiga Prodi

Dari total mahasiswa baru tersebut, 172 mahasiswa masuk S1 Keperawatan, 175 mahasiswa S1 Farmasi, dan 203 mahasiswa S1 Fisioterapi.

Komposisi tersebut menunjukkan besarnya minat terhadap tiga rumpun pendidikan kesehatan yang menjadi bagian penting FIKSFAR UMM.

Mahasiswa baru tidak hanya berasal dari Jawa, khususnya Jawa Timur, tetapi juga datang dari berbagai daerah di luar Jawa seperti Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur hingga Nusa Tenggara Barat.

Lima mahasiswa asal Papua Tengah juga mendapatkan beasiswa khusus untuk menempuh pendidikan pada program studi Farmasi dan Keperawatan UMM.

Saat ini FIKSFAR menaungi enam program studi pada jenjang sarjana dan profesi, yakni S1 Keperawatan dan Profesi Ners, S1 Farmasi dan Profesi Apoteker, serta S1 Fisioterapi dan Profesi Fisioterapis.

FIKSFAR sendiri merupakan wajah baru hasil pengembangan Fakultas Ilmu Kesehatan UMM yang resmi bertransformasi berdasarkan SK Rektor tertanggal 20 Juli 2026.

Rektor Dorong Kampus Jadi Pusat Solusi

Rektor UMM safari pesmaba pertama ke FIKSFAR 26.(Djoko W)

Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., yang hadir dalam penyambutan mahasiswa baru menegaskan bahwa UMM tengah mendorong transformasi kelembagaan.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi knowledge provider yang menghasilkan dan menyebarkan pengetahuan. Kampus harus bergerak menjadi problem solving institution atau Excellence Solution Center.

“Perguruan tinggi didorong untuk tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga aktif menghadirkan aksi nyata dan solusi bagi kehidupan umat manusia serta masyarakat luas,” tegas Nazaruddin.

Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menyeimbangkan proses akademik dengan doa, kerja keras, kemampuan membangun relasi dan keberanian meraih prestasi.

Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik usai membuka Pesmaba FIKSFAR 26.(Djoko W)

 

Pesan tersebut dirangkum dalam falsafah 5 S, yakni selamat bergabung dan menikmati UMM, selamat belajar, selamat bercita-cita setinggi-tingginya, selamat berdoa, salat dan bekerja keras, serta selamat berinteraksi dan meraih prestasi.

Dari Kampus Menuju Hilirisasi

Transformasi FIKSFAR juga diarahkan tidak berhenti pada pendidikan dan pengajaran. UMM menyiapkan langkah hilirisasi melalui rencana peluncuran pabrik infus bermerek Suryavena di kawasan Karangploso pada 2027.

Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya membawa hasil riset dan keilmuan kesehatan dari lingkungan akademik menuju sektor industri sehingga memiliki manfaat yang lebih luas.

Di sisi lain, semangat kepedulian lingkungan diterapkan langsung dalam PESMABA melalui konsep green and clean. Mahasiswa diwajibkan membawa tumbler pribadi dan penggunaan wadah makanan berbahan kertas diterapkan untuk mengurangi penggunaan plastik.

Dengan tema GREEN SEED: Growing EcoGenZ, FIKSFAR ingin menanamkan kesadaran bahwa menjadi tenaga kesehatan masa depan bukan hanya soal kompetensi profesi. Ada tanggung jawab yang lebih besar untuk menjaga lingkungan, membangun kepedulian sosial dan menghadirkan dampak positif.

Dari langkah-langkah kecil itulah, FIKSFAR berharap lahir generasi kesehatan yang mampu membawa perubahan besar.(Djoko W)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *