Malangpariwara.com – Universitas Brawijaya (UB) bersama PT Petrokimia Gresik meluncurkan Program PANDAWA (Pandanrejo Agroecology & Welfare Village) untuk meningkatkan produktivitas pertanian, melestarikan lingkungan, dan mendorong kemandirian masyarakat desa.
Program berbasis agroekologi tersebut diluncurkan pada Rabu (21/10/2026) di Kantor Koperasi Brawijaya Agro Ventura, Dusun Pandanrejo, Desa Bambang, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Petrokimia Gresik.
Peluncuran dihadiri Dekan Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) UB Prof. M. Purnomo, S.P., M.Si., Ph.D., Vice President Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PT Petrokimia Gresik Sutyoso Kusentyo Putra, Kepala Dusun Pandanrejo, serta perwakilan Perhutani Wilayah Kerja Bambang Selatan.
PANDAWA dirancang sebagai program pemberdayaan jangka panjang yang mengintegrasikan pengelolaan sumber daya alam, peningkatan produktivitas pertanian, pembangunan infrastruktur pendukung, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Dekan FBiPK UB Prof. M. Purnomo menegaskan bahwa kolaborasi perguruan tinggi, industri, dan masyarakat diperlukan untuk membangun desa yang produktif sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
“Melalui pendampingan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, kami ingin memastikan bahwa peningkatan produktivitas pertanian berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Melalui program ini, FBiPK UB akan memberikan pendampingan di bidang pertanian, kehutanan, dan pengelolaan lingkungan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengoptimalkan potensi lokal serta menerapkan praktik pertanian yang efektif dan ramah lingkungan.
Fokus Konservasi Air dan Produktivitas Pertanian
PANDAWA memprioritaskan penghijauan kawasan tangkapan air, pembangunan sarana irigasi, serta pengembangan lahan percontohan atau demonstration plot (demplot) pemupukan.
Penghijauan ditujukan untuk menjaga fungsi ekologis kawasan dan mendukung ketersediaan air bagi pertanian serta kebutuhan masyarakat. Sementara itu, pembangunan irigasi diharapkan meningkatkan efektivitas distribusi air untuk lahan pertanian.
Melalui demplot pemupukan, petani akan mendapatkan pembelajaran mengenai teknik pemupukan yang tepat, efisien, dan sesuai dengan kondisi lahan serta kebutuhan tanaman.
Program ini juga mencakup penguatan rantai pasok pupuk Petrokimia Gresik guna mendukung akses petani terhadap sarana produksi, serta edukasi dan peningkatan kesehatan masyarakat.
Vice President Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PT Petrokimia Gresik Sutyoso Kusentyo Putra mengatakan, kolaborasi dengan UB menjadi langkah strategis untuk mengintegrasikan penguatan sektor pertanian, konservasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat dalam program TJSL yang berorientasi jangka panjang.
“Kolaborasi dengan Universitas Brawijaya menjadi langkah penting untuk mengintegrasikan penguatan sektor pertanian, konservasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu program yang berkelanjutan,” ujarnya.
Dorong Kemandirian Masyarakat Desa
PANDAWA tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan masyarakat dalam mengelola potensi wilayahnya. Pendampingan berkelanjutan menjadi bagian penting agar manfaat program dapat dipertahankan dan dikembangkan secara mandiri.
Pelaksanaan program turut melibatkan pemerintah dusun dan Perhutani Wilayah Kerja Bambang Selatan, terutama dalam koordinasi kegiatan penghijauan, pengelolaan kawasan, dan pemanfaatan sumber daya alam.
Melalui sinergi perguruan tinggi, industri, pemerintah setempat, Perhutani, dan masyarakat, PANDAWA diharapkan menjadi model pemberdayaan berbasis agroekologi yang sesuai dengan kebutuhan lokal dan berpotensi diterapkan di wilayah perdesaan lainnya.
Program ini sekaligus memperkuat kontribusi FBiPK UB dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem perdesaan yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan.(Djoko W)






