Malangpariwa.com – Prihatin terhadap berbagai persoalan bangsa, Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (DPP LPKAN) Indonesia bersama Lembaga Kajian Hukum dan Advokasi Indonesia (LKHAI) menggelar Istighosah Kubro dan Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa dan Negara, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pukul 15.00 WIB atau setelah salat Asar ini menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan Allah SWT agar Indonesia dijauhkan dari bencana, perpecahan, ketidakadilan, dan berbagai krisis multidimensi.
Ketua Umum DPP LPKAN Indonesia, R. Mohammad Ali Zaini, mengatakan kegiatan tersebut dilatarbelakangi keprihatinan terhadap empat persoalan utama, yakni tekanan ekonomi masyarakat, penegakan hukum, kerusakan lingkungan, serta persoalan sosial dan moral.
Menurutnya, persoalan daya beli, kenaikan harga kebutuhan pokok, pemutusan hubungan kerja (PHK), dan keberlangsungan UMKM perlu mendapat perhatian serius. Begitu pula dugaan korupsi, mafia tanah, pertambangan, pangan, hingga kejahatan lingkungan yang membutuhkan penegakan hukum secara transparan dan berkeadilan.
” Coba kita jujur, Boss. Mau dibawa ke mana bangsa ini kalau pajak terus mencekik rakyat kecil, sementara korupsi triliunan dibiarkan? Kalau petani dan nelayan menangis karena pupuk langka dan BBM mahal, tetapi mafia-mafia berpesta pora? Kalau hukum bisa dibeli? Kita sudah ikhtiar secara konstitusi, sekarang saatnya kita sujud bersama,” tegas Ali Zaini dalam keterangan pers di Surabaya, Senin (2/11/2026).
Ia menegaskan, istighosah bukan berarti mengesampingkan upaya nyata melalui pengawasan dan advokasi. Doa menjadi pelengkap ikhtiar untuk menghadapi berbagai persoalan yang tidak bisa diselesaikan hanya melalui gerakan sosial dan jalur konstitusional.
“Di flyer kami, logo LPKAN dan LKHAI kami kecilkan, Asma Allah kami besarkan sebesar-besarnya. Karena kami sadar, kami ini kecil, hanya Allah yang Maha Besar yang bisa menyelamatkan bangsa ini,” ujarnya.
LKHAI Ajak Masyarakat Memohon Pertolongan Allah
Direktur LKHAI, Mohammad Syarifudin Abdillah, menambahkan bahwa Istighosah Kubro menjadi momentum bagi masyarakat untuk memohon pertolongan dan perlindungan Allah SWT di tengah berbagai tantangan bangsa.
Ia berharap doa bersama tersebut membawa keberkahan, menghadirkan keadilan, serta mendorong para pemimpin menjalankan amanah demi kepentingan masyarakat.
“Kita akan berdoa agar Allah SWT mengangkat segala kesulitan ini. Agar pajak yang mencekik rakyat kecil diganti dengan keberkahan rezeki, agar hukum kembali adil, agar para pemimpin diberi hidayah dan amanah, serta agar bangsa ini dijauhkan dari bencana, perpecahan, dan kehancuran,” kata Syarifudin.
Dalam pelaksanaannya, LKHAI melibatkan jajaran pengurus, di antaranya Otto, SH, Andre, SH, Rouli, SH, dan Icha, SE.
150 Jamaah Konfirmasi Kehadiran
Ketua OKK DPP LPKAN Indonesia sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Sugiharto, SE., M.Si., menyampaikan sedikitnya 150 jamaah telah mengonfirmasi kehadiran hingga Senin (2/11/2026).
Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai tokoh agama, kiai, habaib, tokoh masyarakat, advokat, akademisi, mahasiswa, pemuda, buruh, petani, nelayan, hingga jamaah majelis taklim.
Menurut Sugiharto, keterlibatan lintas elemen tersebut menunjukkan bahwa menjaga keselamatan bangsa merupakan tanggung jawab bersama.
Panitia mengimbau peserta membawa sajadah serta mengenakan pakaian yang sopan, rapi, dan islami.
Melalui kegiatan ini, LPKAN Indonesia dan LKHAI berharap tumbuh kepedulian masyarakat terhadap persoalan bangsa sekaligus memperkuat persatuan dan persaudaraan.
Kedua lembaga juga menegaskan bahwa doa bersama akan berjalan beriringan dengan ikhtiar nyata melalui pengawasan, advokasi, dan kepedulian sosial demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, aman, dan sejahtera.(Djoko W)






