Malanpariwara.com – Universitas Negeri Malang (UM) dan PMI Kota Malang bergerak cepat merespons dampak banjir di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Melalui Tim Tanggap Darurat Bencana (TDB), UM terjun langsung ke lapangan pada Minggu (21/12/2025) untuk memberikan layanan kesehatan dan pendampingan edukatif bagi warga terdampak.
Berdasarkan laporan situasi Tim Tanggap Darurat Bencana UM, kegiatan lapangan dimulai sejak pukul 06.00 WIB hingga malam hari.
Seluruh rangkaian berjalan lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat.
Pembagian Kelompok TDB

Di lapangan, tim dibagi menjadi dua kelompok. Tim pertama memfokuskan layanan kesehatan bagi lansia dengan melakukan pemeriksaan terhadap 24 warga lanjut usia.
Sementara itu, tim kedua menggelar kegiatan edukatif untuk anak-anak, mulai dari permainan interaktif hingga pembagian alat tulis dan perlengkapan sekolah.
Sebanyak 60 anak, mulai kelas 1 SD hingga kelas 3 SMA, tercatat mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias.
Sekitar pukul 12.30 WIB, Tim TDB UM melanjutkan koordinasi ke Posko Jorong Bancah dan Puskesmas Paninjau.
Koordinasi dilakukan bersama Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Padang (UNP) dan Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah guna memperkuat layanan lintas institusi.
Evaluasi Internal

Pada malam hari, tepat pukul 21.00 WIB, tim menggelar evaluasi internal untuk menilai capaian kegiatan hari pertama sekaligus menyusun rencana teknis lanjutan.
Agenda selanjutnya dijadwalkan berlangsung di wilayah Palupuh pada Senin (22/12/2025), dengan fokus pada pemeriksaan kesehatan lanjutan.
Juga dukungan psikososial bagi anak serta penguatan koordinasi dengan posko dan fasilitas kesehatan setempat.
Secara keseluruhan, sedikitnya 84 penerima manfaat tercatat pada hari pertama, terdiri dari 24 lansia dan 60 anak. Tim juga terus mempersiapkan intervensi lanjutan sesuai kebutuhan lapangan.
Melalui aksi kemanusiaan ini, UM menegaskan perannya tidak hanya sebagai institusi akademik.
Tetapi juga sebagai perguruan tinggi yang hadir nyata dalam misi kemanusiaan dan penanganan bencana berbasis masyarakat. (Djoko W/Yaya)






