Kuliah Tamu Biologi Konservasi, Alumni FMIPA UB Bahas Transformasi Pengelolaan Lingkungan dan Emisi Karbon

Malangpariwara.com – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya (FMIPA UB) kembali menghadirkan alumni sebagai narasumber dalam kegiatan kuliah tamu Mata Kuliah Biologi Konservasi.

Kegiatan yang digelar pada Senin (24/02/2026) di Ruang MIPA Center 1.1 ini menghadirkan Tri Santoso, alumni FMIPA UB angkatan 1995, yang saat ini bertugas di KLH Pemkot Malang.

Dalam kuliah tamu tersebut, Tri berbagi wawasan mengenai transformasi pengelolaan lingkungan, pengendalian emisi karbon, serta tantangan pembangunan berkelanjutan di wilayah perkotaan.

Kuliah tamu ini diikuti oleh 135 mahasiswa semester IV Departemen Biologi, Program Studi S1 Biologi.

Hubungan Isu Terkini dengan Pembangunan dan Iklim

Dalam pemaparannya, Tri Santoso menegaskan bahwa isu konservasi saat ini tidak dapat dipisahkan dari dinamika pembangunan dan perubahan iklim.

Pertumbuhan kota, aktivitas transportasi, industri, serta pengelolaan limbah menjadi faktor utama peningkatan emisi karbon.

“Pendekatan konservasi modern harus terintegrasi dengan strategi pembangunan rendah emisi dan pengelolaan lingkungan berbasis keberlanjutan,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya transformasi sistem pengelolaan limbah dari pola konvensional menuju pendekatan circular economy.

Yakni konsep yang memandang limbah sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali. Pendekatan ini dinilai mampu mengurangi beban lingkungan sekaligus menekan jejak karbon.

Kuliah Tamu Biologi Konservasi, Alumni FMIPA UB Bahas Transformasi Pengelolaan Lingkungan dan Emisi Karbon
Kabid Tata Lingkungan Hidup Pemkot Malang sekaligus alumni FMIPA UB, Tri Santoso, dalam memaparkan materi. (Djoko W)

Selain itu, optimalisasi ruang terbuka hijau, efisiensi energi, serta penguatan dokumen perizinan lingkungan berbasis AMDAL menjadi instrumen penting dalam mengendalikan dampak pembangunan.

Menurut Tri, pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam memastikan setiap rencana pembangunan memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan.

Namun, keberhasilan kebijakan tersebut memerlukan dukungan data ilmiah, riset, dan inovasi dari kalangan akademisi.

Mahasiswa Biologi Konservasi pun didorong untuk memahami keterkaitan antara keanekaragaman hayati dan fungsi ekosistem.

Juga itigasi perubahan iklim sebagai bagian dari solusi nyata terhadap permasalahan lingkungan.

Kegiatan kuliah tamu berlangsung interaktif, ditandai dengan diskusi mengenai inventarisasi emisi karbon daerah, strategi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Hingga peluang karier di bidang tata kelola lingkungan hidup. Antusiasme mahasiswa menunjukkan tingginya kepedulian generasi muda terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan.

Kuliah Tamu Biologi Konservasi, Alumni FMIPA UB Bahas Transformasi Pengelolaan Lingkungan dan Emisi Karbon
Suasana serius mahasiswa FMIPA UB dalam mengikuti kelas tamu Biologi Konversi. (Djoko W)

Melalui kegiatan ini, FMIPA UB menegaskan komitmennya dalam memperkuat sinergi antara kampus dan alumni serta menghadirkan pembelajaran kontekstual yang relevan dengan tantangan global.

“Saya berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep konservasi secara teoretis. Tetapi juga mampu berkontribusi aktif dalam mewujudkan kota yang berkelanjutan dan rendah emisi. Khususnya di wilayah Malang,” tandas Tri Santoso.

Perspektif Dosen Biologi FMIPA UB

Muhammad Yusuf, dosen Biologi FMIPA UB, menjelaskan tujuan dari menghadirkan narasumber dari pemerintahan ini.

“Kuliah tamu ini diselenggarakan agar mahasiswa tidak hanya memperoleh teori dari buku atau di kelas saja, tapi juga mendapatkan wawasan dari praktik nyata di lapangan,” ujar Muhammad Yusuf.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini sekaligus memberikan gambaran bagi mahasiswa bahwa lulusan FMIPA tidak terbatas menjadi guru atau akademisi saja.

Kuliah Tamu Biologi Konservasi, Alumni FMIPA UB Bahas Transformasi Pengelolaan Lingkungan dan Emisi Karbon
Dosen Biologi FMIPA UB, Muhammad Yusuf (kiri) dan KLH Pemkot Malang, Tri Santoso (kanan) mengabadikan momen bersama setelah kegiatan berlangsung. (Djoko W)

“Dengan menghadirkan alumni yang bekerja di pemerintahan, mahasiswa bisa melihat peluang karier lain, sekaligus memahami regulasi dan kebijakan yang berlaku di lapangan,” jelasnya.

Menurut Muhammad Yusuf, kuliah praktisi semacam ini sudah rutin digelar lebih dari satu tahun.

Selain memperkaya pengetahuan mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menghubungkan kembali kampus dengan alumni.

“Kami ingin mahasiswa termotivasi. Mereka bisa melihat secara langsung bahwa lulusan FMIPA bisa berkontribusi dalam berbagai bidang. Termasuk pemerintahan, lingkungan, dan pengelolaan sumber daya,” tambahnya. (Djoko W)