Malangpariwara.com – Komunitas penulis Aksara Tumapel kembali menunjukkan kepeduliannya pada masyarakat kurang beruntung dengan menyalurkan santunan Ramadan kepada anak-anak asuh Panti Asuhan Yasibu Arjowinangun di Jalan Babatan III, Kelurahan Arjosari, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Kamis (26/2/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan selepas salat duhur itu dipimpin Ketua Panitia Santunan Ramadan, H. Taufik (Harian Bhirawa). Selain itu, kegiatan ini dihadiri sejumlah wartawan, antara lain Djoko Winahyu (Malang Pariwara), Rahadi (Seru), Agus Nurcholiq (Reportase), dan Anis Hidayatie (JatimSatuNews).
Perlu diketahui bahwa bantuan yang diberikan berasal dari para donatur disalurkan langsung kepada anak-anak yang berada di bawah asuhan yayasan tersebut.
Sebelum pembagian santunan, H. Taufik mengajak seluruh anak panti membaca Surah Al-Fatihah dan berdoa bersama.
Doa dipanjatkan agar para dermawan mendapat kesehatan, kelancaran rezeki, keberkahan hidup, serta dikaruniai keluarga yang saleh dan salehah. Tidak lupa, doa juga ditujukan untuk kedua orang tua para donatur.
“Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban dan menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak panti. Semoga menjadi amal jariyah bagi para dermawan,” ujar H. Taufik.
Anak-anak Antusias Menerima Amplop
Sebanyak 35 anak yang tinggal di asrama Yasibu Babatan III menyambut rombongan dengan penuh semangat. Mereka bersalaman dan menerima amplop bantuan secara langsung, menciptakan suasana hangat dan penuh makna.

Pihak yayasan, yang diwakili oleh Zainul Huda, menjelaskan bahwa Yasibu telah berbadan hukum sejak 2011. Selain itu, Yasibu telah aktif sebagai Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak sejak 2014 setelah memperoleh pengesahan dari Dinas Sosial Kota Malang.
Untuk meningkatkan kualitas layanan dan sarana, yayasan terus berupaya memenuhi standar akreditasi yang lebih tinggi.
Yayasan Yasibu Memiliki Dua Lokasi Pengasuhan
Yayasan ini memiliki dua lokasi pengasuhan. Di kawasan Soekarno Hatta, anak-anak di bawah usia lima tahun dirawat, termasuk bayi yang diasuh sejak beberapa hari setelah lahir karena situasi darurat keluarga.
Di Jalan Babatan III, anak-anak usia enam tahun ke atas diasuh secara penuh. Total jumlah anak di dua lokasi mencapai puluhan, dengan sebagian tinggal di panti dan sebagian lain masih memiliki keluarga namun membutuhkan pengasuhan alternatif.
Pengelola menegaskan bahwa meskipun idealnya anak tumbuh bersama keluarga, beberapa kasus—seperti kekerasan dalam rumah tangga, persoalan hukum, atau kondisi sosial yang memaksa—membuat anak harus berada di luar lingkungan asalnya demi perlindungan dan pembinaan.
Sebagai tambahan sumber daya operasional, Yasibu mengembangkan unit usaha berupa layanan isi ulang air minum dan penjualan oleh-oleh khas Malang.
Momen Ramadan menjadi pengingat bahwa perhatian dan kepedulian terhadap “anak negara” bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga sosial, tetapi juga panggilan nurani bagi seluruh elemen Masyarakat. (Djoko W)






