Tak Boleh Menganggur! FMIPA UB Gaspol Bekali Calon Alumni: Dari CV hingga Modal Usaha

Malangpariwara.com – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya (FMIPA UB) tancap gas menyiapkan lulusannya agar tidak “menganggur” usai wisuda.

Melalui program pembekalan calon alumni yang mulai digelar tahun 2026, kampus ini ingin memastikan para lulusan siap terjun ke dunia kerja maupun membuka usaha sejak hari pertama menyandang gelar sarjana.

Suasana program pembekalan calon alumni yang mulai digelar tahun 2026, kampus ini ingin memastikan para lulusan siap terjun ke dunia kerja maupun membuka usaha.(Djoko W)

Wakil Dekan III FMIPA UB, Prof. Dr. Chomsin Sulistya Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D., menegaskan bahwa kegiatan ini menyasar mahasiswa yang sudah lulus ujian sarjana, baik yang telah yudisium maupun yang tinggal menunggu wisuda.

“Ini pembekalan untuk calon alumni. Jangan sampai setelah lulus mereka justru diam. Kita ingin mereka langsung bergerak, punya aktivitas, dan siap kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Program ini menjadi langkah baru FMIPA UB yang akan digelar rutin setiap bulan. Skemanya pun sistematis: mahasiswa yang lulus pada periode tertentu akan dikumpulkan dan dibekali secara bergilir.

Dengan pola ini, setiap lulusan mendapat pendampingan tepat waktu sebelum benar-benar terjun ke dunia nyata.

Dalam pembekalan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan motivasi, tetapi juga keterampilan praktis. Mulai dari pengembangan karier, penyusunan Curriculum Vitae (CV), hingga teknik membuat surat lamaran kerja yang mampu mencerminkan kapasitas diri.

Materi ini juga melibatkan Direktur DPKHA UB yang fokus pada pengembangan karier alumni.

Tak hanya mendorong masuk ke dunia kerja formal, FMIPA UB juga membuka jalur wirausaha bagi para lulusan muda. Bahkan, fakultas menyiapkan dana hibah sebesar Rp100 juta untuk mendukung ide bisnis mahasiswa dan alumni.

“Setiap kelompok bisa mendapatkan maksimal Rp5 juta. Syaratnya harus berkelompok, karena kita ingin mereka belajar berkolaborasi sekaligus aktif, bukan diam,” jelasnya.

Menariknya, program ini terbuka tanpa syarat harus sudah memiliki usaha. Baik mahasiswa maupun alumni yang masih merintis dari nol tetap bisa ikut.

Sementara bagi yang sudah memiliki usaha, hibah ini bisa dimanfaatkan untuk akselerasi bisnis.

FMIPA UB juga tidak melepas peserta begitu saja. Pendampingan intensif akan diberikan, melibatkan dosen kewirausahaan serta jejaring alumni. Bahkan, produk-produk yang dihasilkan berpeluang dipasarkan melalui ekosistem kampus.

Meski diakui serapan kerja lulusan masih belum tinggi dan sebagian baru merintis wirausaha, fakultas optimistis langkah ini akan mempercepat kesiapan lulusan. Terlebih, mahasiswa FMIPA dikenal memiliki keunggulan akademik.

“Trademark anak MIPA itu pintar. Maka gunakan itu untuk mengisi waktu, misalnya mengajar atau bergabung dengan bimbingan belajar, daripada tidak ada aktivitas,” tambahnya.

Dengan program ini, FMIPA UB tak sekadar meluluskan sarjana, tetapi juga mendorong lahirnya generasi muda yang adaptif, produktif, dan siap bersaing bahkan sejak sebelum toga dikenakan.(Djoko W)