Terinspirasi Angkasa Malaysia, Kopwan SBW Siapkan Museum Tanggung Renteng di Malang

Kuala Lumpur

Malangpariwara.com – Koperasi Wanita Setia Budi Wanita (Kopwan SBW) Malang menegaskan komitmennya untuk melestarikan nilai dan sejarah gerakan koperasi dengan cara yang lebih progresif.

Usai melakukan kunjungan studi ke Museum Angkatan Koperasi Kebangsaan Malaysia (Angkasa), Kopwan SBW menggagas pembangunan Museum Tanggung Renteng yang akan menjadi pusat edukasi dan dokumentasi metode khas koperasi perempuan di Indonesia.

Langkah ini diprakarsai langsung oleh Ketua Umum Kopwan SBW, Sri Untari Bisowarno, yang hadir dalam kunjungan tersebut di sela agenda Misi Dagang bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Rombongan diterima oleh Deputi Presiden Angkasa, Abdurrahman Abdul Razak, yang memaparkan perjalanan panjang koperasi di Malaysia.

Ketua Umum Kopwan SBW, Sri Untari Bisowarno.(Ist)

Sri Untari mengaku terkesan dengan konsep museum yang mampu merangkum sejarah ribuan koperasi di bawah naungan Angkasa secara sistematis dan menarik. Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi inspirasi kuat bagi Kopwan SBW untuk menghadirkan ruang serupa di Kota Malang.

“Kami memiliki perjalanan hampir lima dekade dengan kekuatan utama pada Sistem Tanggung Renteng. Ini bukan sekadar metode, tetapi identitas yang telah menguatkan ekonomi perempuan. Sudah saatnya nilai ini didokumentasikan dalam bentuk museum yang hidup dan edukatif,” ujarnya.

Ia menambahkan, Sistem Tanggung Renteng yang menjadi ciri khas Kopwan SBW telah memperoleh pengakuan resmi sejak dipatenkan pada 2001. Dengan latar belakang tersebut, museum yang direncanakan tidak hanya akan menampilkan arsip dan artefak sejarah, tetapi juga menghadirkan pengalaman interaktif bagi pengunjung.

Konsep museum ini, lanjutnya, diarahkan sebagai pusat literasi koperasi yang mampu menjelaskan bagaimana solidaritas anggota dapat menjadi fondasi kemandirian ekonomi. Model yang dilihat di Malaysia dinilai berhasil membangun rasa bangga anggota terhadap institusi koperasi mereka.

Rencana pembangunan Museum Tanggung Renteng ditargetkan mulai digarap pada tahun depan. Inisiatif ini sekaligus diharapkan mempertegas posisi Malang sebagai salah satu pusat pengembangan gerakan koperasi nasional.

Melalui studi banding tersebut, Kopwan SBW bertekad menyusun konsep museum yang tidak hanya informatif, tetapi juga relevan dengan perkembangan zaman—menggabungkan nilai sejarah dengan pendekatan edukasi modern bagi generasi mendatang.(Djoko W)