Cerita Iduladha di ITN Malang: Hangatnya Kebersamaan Mahasiswa Rantau hingga Ketegasan Menjaga Kesehatan Hewan Kurban

Malangpariwara.com  – Suasana Hari Raya Iduladha di lingkungan kampus sering kali menghadirkan cerita yang berbeda, terutama bagi mahasiswa rantau yang tidak dapat pulang ke kampung halaman.

Di balik prosesi penyembelihan hewan kurban di Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang), tersimpan kisah kebersamaan, kerinduan keluarga, hingga kepedulian terhadap keamanan pangan masyarakat.

Suka cita menerima daging kurban dari kampus.(Ist)

Momen itu dirasakan oleh M. Aminuddin, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika S-1 yang ikut terlibat dalam pelaksanaan kurban di Kampus 2 ITN Malang, Rabu (27/5/2026).

Bagi Aminuddin, Iduladha di perantauan memang selalu menghadirkan rasa rindu kepada keluarga di rumah. Namun suasana hangat bersama teman-teman kampus membuat hari raya tetap terasa bermakna.

“Waktu salat Id tadi sempat ingat orang tua di rumah. Tapi seru kalau sudah gabung sama teman-teman begini, jadi tidak sepi di kosan,” ungkapnya.

Mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dakwah Islamiah (LDI) ITN Malang itu menjadi bagian penting dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai persiapan salat Id di Kampus 1, proses penyembelihan, hingga pengemasan dan distribusi daging kurban.

Di tengah kesibukan tersebut, cerita sederhana khas anak kos justru menjadi warna tersendiri dalam perayaan Iduladha tahun ini. Saat ditanya rencana mengolah daging kurban, Aminuddin mengaku masih akan mempertahankan tradisi sederhana bersama teman-temannya.

“Tahun lalu bingung mau dimasak apa, akhirnya bikin sate bareng teman-teman kos. Tahun ini kemungkinan disate lagi, mungkin juga coba menu lain sambil lihat tutorial YouTube,” katanya sambil tersenyum.

Kisah Aminuddin menjadi gambaran bagaimana Iduladha di lingkungan kampus tidak hanya dimaknai sebagai ritual ibadah, tetapi juga ruang membangun solidaritas dan kebersamaan antar mahasiswa perantauan.

Suasana salat id.(Ist)

Selain penyembelihan hewan kurban, ITN Malang juga menggelar Salat Iduladha di halaman Rektorat Kampus 1 yang terbuka untuk masyarakat umum. Bertindak sebagai imam yakni Alif Romdhoni, sementara khutbah Iduladha disampaikan oleh Ir. Tsalist Rifa’i.

Tahun ini, ITN Malang menyembelih empat ekor sapi dan satu ekor kambing yang berasal dari gotong royong institusi, P2PUTN, dosen, tenaga kependidikan, hingga para purna tugas dosen. Semangat kolektif tersebut menjadi simbol kuatnya budaya berbagi di lingkungan kampus.

Prosesi pemotongan hewan kurban.(Ist)

Namun, di balik lancarnya pelaksanaan kurban, panitia juga menunjukkan keseriusan dalam menjaga kualitas dan keamanan hewan kurban.

Sehari sebelum penyembelihan, tim medis menemukan satu ekor sapi kiriman penjual yang terindikasi mengalami gejala ringan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) saat pemeriksaan antemortem.

Tak ingin mengambil risiko, panitia langsung mengambil langkah cepat dengan meminta pihak penjual mengganti sapi tersebut pada malam itu juga.

Ketua Panitia Kurban ITN Malang, Dr. Elvianto Dwi Daryono, ST., MT., mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab panitia dalam memastikan hewan yang disembelih benar-benar sehat dan layak konsumsi.

Menurutnya, pelaksanaan Iduladha tahun ini mengusung tema “Ikhlas Level Up: Saatnya Berkurban”, sebagai pengingat bahwa esensi kurban tidak semata diukur dari nilai materi.

“Ini soal seberapa tinggi keikhlasan kita. Momen untuk membuktikan bahwa cinta kepada Tuhan harus melampaui keterikatan pada harta benda duniawi,” jelas Elvianto.

Ia menambahkan, ibadah kurban juga menjadi sarana melatih kepedulian sosial dan memperkuat semangat berbagi kepada sesama, khususnya masyarakat sekitar kampus.

Dari seluruh hewan kurban yang disembelih, panitia berhasil mendistribusikan sekitar 450 paket daging dengan berat masing-masing sekitar 1,3 kilogram kepada sivitas akademika dan warga sekitar.

Proses pemotongan daging oleh panitia dan relawan .(Ist)

Untuk memastikan keamanan konsumsi, panitia menggandeng tim dokter hewan dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (FKH UB) yang dipimpin drh. Hery Irawan, M.Si. Tim melakukan pemeriksaan menyeluruh, baik sebelum maupun sesudah penyembelihan.

Secara umum, kondisi hewan kurban di ITN Malang dinyatakan memenuhi standar ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal. Meski demikian, saat pemeriksaan postmortem, tim menemukan satu organ hati sapi yang terindikasi terkena cacing hati atau fascioliasis.

“Kasus cacing hati ini memang cukup umum ditemukan pada sapi. Meski hanya sedikit, organ hati tersebut tetap kami sarankan untuk dikubur agar tidak dikonsumsi. Sementara bagian daging lainnya aman dan layak konsumsi,” terang drh. Hery.

Ia juga mengingatkan masyarakat mengenai cara penyimpanan daging kurban yang benar. Menurutnya, daging yang baru dipotong sebenarnya masih steril sehingga tidak perlu langsung dicuci sebelum disimpan di freezer.

“Kalau langsung dicuci justru kadar air meningkat dan daging lebih cepat rusak. Jika memang harus dicuci, sebaiknya direbus terlebih dahulu sebelum disimpan,” jelasnya.

Seluruh rangkaian kegiatan Iduladha di ITN Malang yang juga didukung tenaga medis Poliklinik Kampus 2 tersebut berlangsung lancar hingga proses distribusi selesai.

Tawa mahasiswi rantau pecah menerima daging kurban .(Ist)

Di balik hiruk-pikuk penyembelihan hewan kurban, tersimpan nilai gotong royong, kepedulian sosial, dan kebersamaan yang terasa hangat, terutama bagi para mahasiswa rantau yang merayakan Iduladha jauh dari keluarga.(Djoko W)