Pantau MPLS di PAUD Pelita Hati, Anggota DPRD Kota Malang Dr. Suyadi Dorong Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah

Malangpariwara.com  – Hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di PAUD Terpadu Pelita Hati mendapat perhatian langsung dari Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Dr. Suyadi, S.Pd., M.M.

Kehadirannya tidak hanya untuk memantau jalannya kegiatan, tetapi juga mengajak para orang tua, terutama para ayah, agar lebih aktif mendampingi anak pada masa awal memasuki lingkungan sekolah.

Menurut Suyadi, hari pertama sekolah merupakan fase penting dalam proses adaptasi anak. Karena itu, kehadiran orang tua, khususnya ayah, memiliki peran besar dalam memberikan rasa aman, nyaman, dan percaya diri kepada anak saat memasuki lingkungan belajar yang baru.

“Hari pertama sekolah adalah momen yang sangat menentukan bagi anak. Kehadiran ayah bukan hanya mengantar, tetapi menjadi bentuk dukungan emosional yang akan memberikan rasa percaya diri kepada anak ketika bertemu guru maupun teman-teman barunya,” ujar Suyadi.

Saat memantau pelaksanaan MPLS di PAUD Terpadu Pelita Hati.

Ia menjelaskan, Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah merupakan langkah sederhana yang memiliki dampak besar terhadap perkembangan psikologis anak.

Kedekatan emosional yang terbangun sejak dini diyakini mampu membentuk karakter anak yang lebih mandiri, percaya diri, dan siap mengikuti proses pembelajaran.

Sebagai anggota Komisi D yang membidangi pendidikan, Dr. Suyadi menilai keberhasilan MPLS tidak hanya bergantung pada kesiapan sekolah, tetapi juga membutuhkan sinergi antara tenaga pendidik dan keluarga.

Lingkungan belajar yang ramah harus diimbangi dengan dukungan penuh dari orang tua di rumah.

Dalam pemantauannya, Dr. Suyadi juga mengapresiasi pelaksanaan MPLS di PAUD Terpadu Pelita Hati yang berlangsung dengan suasana edukatif, menyenangkan, dan berorientasi pada kenyamanan peserta didik baru.

Menurutnya, pendekatan yang humanis akan membantu anak beradaptasi tanpa merasa tertekan.

Ia berharap semangat Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah dapat menjadi budaya positif di Kota Malang, sehingga keterlibatan ayah dalam pendidikan anak tidak hanya terjadi pada hari pertama sekolah, tetapi terus berlanjut sepanjang proses pendidikan.

“Anak-anak membutuhkan kehadiran kedua orang tuanya. Jika ayah dan ibu bersama-sama memberikan perhatian terhadap pendidikan, maka fondasi karakter anak akan semakin kuat. Ini menjadi investasi terbaik untuk masa depan generasi penerus,” pungkasnya.(Djoko W)