MALANGPARIWARA.COM – Perjalanan Ahmad Irso Kubangun membuktikan bahwa pengalaman berorganisasi dan konsistensi berkarya sejak bangku kuliah dapat menjadi bekal penting untuk membangun karier.
Alumni Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu kini berkiprah sebagai reporter di Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Sejak 2020, Irso dipercaya bertugas sebagai reporter newsroom Biro Humas Komdigi.
Ia meliput berbagai agenda Menteri, Wakil Menteri, hingga jajaran pimpinan kementerian. Setelah lima tahun menjalani status sebagai tenaga honorer, dedikasinya berbuah pengangkatan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada 2025.
Tugasnya tidak hanya berkutat pada agenda internal kementerian. Irso juga mendapat kepercayaan meliput berbagai agenda berskala nasional hingga internasional, di antaranya G20 Indonesia 2022, International Telecommunication Union (ITU) Plenipotentiary Conference di Rumania, KTT ASEAN 2023, serta Global Forum on the Ethics of Artificial Intelligence di Slovenia.
Jauh sebelum berada di panggung nasional dan internasional, dunia jurnalistik telah menjadi bagian dari perjalanan Irso sejak mahasiswa.
Bersama Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI), ia aktif menghasilkan karya jurnalistik dalam bentuk buletin yang dibagikan kepada mahasiswa dan organisasi di Malang.
Bagi Irso, menulis bukan sekadar aktivitas, melainkan cara meninggalkan jejak yang dapat memberi manfaat bagi orang lain.
“Saya punya motto, menulis adalah karya. Apa pun karya kita, tanpa dilihat maupun terlihat, setidaknya kita sudah meninggalkan satu jejak,” tuturnya.
Semangat berkarya itu tumbuh beriringan dengan aktivitas organisasinya di UMM. Ia aktif di Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) UMM dan dipercaya menjadi Ketua Umum HIMAKOM periode 2014–2015.
Aktivitasnya juga berlanjut di LAPMI HMI hingga dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama pada 2016–2018.
Menurut Irso, organisasi menjadi ruang belajar yang mempertemukannya dengan banyak pengalaman. Dari sana, kemampuan kepemimpinan, komunikasi, membangun jejaring, hingga kecintaannya terhadap dunia kepenulisan terus terasah.
“Dulu saya konsentrasinya di Public Relations, tapi lebih menggelutinya ke dunia jurnalistik. Pengalaman organisasi itulah yang kemudian membawa saya dan memberanikan diri untuk ke Jakarta,” ungkapnya.
Setelah menyelesaikan pendidikan pada 2018, pria asal Maluku itu mengawali karier di perusahaan komunikasi dan branding G-Indonesia, Depok. Ia menangani berbagai klien dari sektor pemerintah maupun swasta dengan tanggung jawab menyusun artikel, siaran pers, berita, hingga strategi komunikasi dalam menghadapi berbagai isu publik.
Pengalaman profesional tersebut mempertemukannya dengan sejumlah kementerian dan jajaran pimpinan perusahaan besar. Salah satu kementerian yang menjadi klien perusahaan tempatnya bekerja kala itu adalah Komdigi.
Interaksi yang intens dengan jajaran pimpinan kementerian kemudian membuka peluang baru bagi Irso. Ia mendapat tawaran bergabung dengan Biro Humas Komdigi sebagai reporter.
“Karena Komdigi dulu salah satu klien saya, jadi interaksinya lebih banyak dengan pimpinan di sana. Kemudian saya ditawarkan bergabung di Biro Humas Komdigi sebagai reporter,” ujarnya.
Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa pengalaman yang dibangun sejak mahasiswa dapat menjadi investasi jangka panjang. Bukan hanya kemampuan akademik, tetapi juga organisasi, jejaring, keberanian mencoba, serta karya yang konsisten dapat membuka jalan menuju dunia profesional.
Karena itu, Irso berpesan kepada mahasiswa UMM agar tidak menunggu lulus untuk mulai membangun pengalaman. Menurutnya, dunia kerja membutuhkan lebih dari sekadar ijazah. Kompetensi, jejaring, dan rekam jejak karya menjadi modal yang akan memperkuat kesiapan seseorang menghadapi tantangan profesional.
“Maju satu langkah lebih baik daripada harus mundur seribu langkah. Pastikan kita sudah punya karya dan jejak pengalaman yang menjadi modal besar untuk siap terjun ke dunia kerja,” pungkasnya.(Djoko W)






