BLKK YPIT Mutiara Hati Pacu Talenta DKV

MALANGPARIWARA.COM – Peluang ekonomi di era digital tidak cukup hanya dibuka. Masyarakat harus dibekali keterampilan agar mampu merebut peluang tersebut.

Semangat inilah yang dibawa Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Yayasan Pendidikan Islam Terpadu (YPIT) Mutiara Hati Malang, Kejuruan Desain Komunikasi Visual (DKV), di Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang.

Kehadiran BLKK yang berlokasi di Jalan Baran Temboro RT 006/RW 003 itu mendapat dukungan dari Anggota DPRD Kota Malang Komisi B, Dr. H. Indra Permana, SE, MM.

Ia menghadiri peresmian BLKK tersebut, Rabu (9/9/2026).

Indra menilai, keberadaan lembaga pelatihan berbasis komunitas ini bukan sekadar menambah fasilitas pendidikan non formal.

Lebih jauh, BLKK dapat menjadi instrumen strategis untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat.

Menurutnya, pilihan kejuruan DKV sangat relevan dengan perkembangan ekonomi digital yang terus menciptakan jenis pekerjaan baru.

Keterampilan desain, produksi konten visual, branding hingga kebutuhan komunikasi digital kini menjadi bagian penting dalam aktivitas bisnis.

“BLKK ini diharapkan hadir sebagai solusi nyata bagi masyarakat Cemorokandang. Dengan pembekalan keahlian di bidang Desain Komunikasi Visual, warga memiliki wadah yang tepat untuk mengasah potensi dan kemampuan digital mereka,” ujar Indra.

Keterampilan Harus Berujung pada Peluang Ekonomi
Indra menegaskan, tantangan terbesar pelatihan kerja bukan hanya menyediakan ruang belajar, tetapi memastikan keterampilan yang diperoleh memiliki relevansi dengan kebutuhan dunia kerja.

Karena itu, ia berharap BLKK DKV YPIT Mutiara Hati tidak berhenti pada aktivitas pelatihan.

Lulusan harus diarahkan agar mampu memanfaatkan kompetensinya untuk masuk ke pasar kerja maupun membangun usaha mandiri.

Bidang DKV, kata dia, memiliki ruang yang cukup luas. Lulusan dapat bekerja di industri kreatif, menjadi freelancer, menangani kebutuhan desain pelaku UMKM, hingga mengembangkan usaha kreatif berbasis digital.

“Harapan besar kita tentu hadirnya BLKK ini dapat secara efektif mengurangi angka pengangguran, khususnya di kalangan usia produktif,” tegasnya.

Bagi Komisi B DPRD Kota Malang yang salah satu fokusnya berkaitan dengan perekonomian, penguatan keterampilan masyarakat menjadi bagian penting dari strategi meningkatkan kemandirian ekonomi.

Sebab, pengurangan pengangguran tidak cukup hanya mengandalkan penyerapan tenaga kerja oleh perusahaan.

Masyarakat juga harus didorong memiliki kemampuan untuk menciptakan pekerjaan bagi dirinya sendiri.

Dari Cemorokandang untuk Indonesia Emas 2045
Indra melihat BLKK berbasis komunitas memiliki posisi strategis dalam menyiapkan SDM dari tingkat paling dekat dengan masyarakat.

Pembangunan kualitas manusia, menurutnya, tidak boleh hanya berpusat di kawasan perkotaan atau institusi pendidikan formal.

Justru, pusat-pusat pelatihan yang tumbuh di lingkungan masyarakat dapat menjadi pintu masuk bagi warga untuk meningkatkan kompetensi tanpa harus meninggalkan wilayah tempat tinggalnya.

Ia pun berharap BLKK DKV YPIT Mutiara Hati mampu berkembang menjadi pusat peningkatan kompetensi yang konsisten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki keterkaitan kuat dengan kebutuhan industri.

“Saya sangat optimis, dengan hadirnya BLKK DKV YPIT Mutiara Hati ini, kita sedang mengambil langkah nyata untuk menyokong dan mewujudkan cita-cita besar Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Ia juga mendorong sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan dan masyarakat agar keberadaan BLKK tidak berjalan sendiri.

Menurutnya, keberlanjutan lembaga pelatihan harus menjadi perhatian bersama. Semakin kuat ekosistem yang dibangun, semakin besar pula peluang BLKK melahirkan tenaga terampil yang mampu bersaing di tengah perubahan ekonomi digital.

“Mari kita support bersama keberlangsungan dan perkembangan BLKK ini ke depannya demi kemajuan Kota Malang,” pungkasnya.(Djoko W)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *