International Visiting Scientist, UM Perkuat Kemitraan Akademik dengan USM Filipina

COTABATO, FILIPINA, MALANGPARIWARA.COM – Universitas Negeri Malang (UM) memperkuat jejaring akademik internasional melalui program International Visiting Scientist Activity bersama University of Southern Mindanao (USM), Filipina.

Kegiatan yang berlangsung di USM Commercial Building, Rabu (23/9), menjadi ruang pertukaran praktik baik sekaligus membuka peluang kolaborasi pendidikan, riset, publikasi, dan pengembangan kapasitas akademik kedua perguruan tinggi.

Kolaborasi tersebut melibatkan College of Education (CED), Institute of Middle East and Asian Studies (IMEAS), dan Graduate School (GS) USM. Dari UM, empat dosen hadir sebagai visiting scientists, yakni Dr. Muhammad Alfan, S.Pd., M.Pd., Dedi Prestiadi, S.Pd.I., M.Pd., Mochammad Rizal Ramadhan, S.Pd.I., M.Pd., dan Fatiya Rosyida, S.Pd., M.Pd.

Kehadiran para dosen tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas komunikasi akademik lintas negara sekaligus mempertemukan kepakaran kedua institusi.

Salah satu agenda utama adalah Presentation of Best Practices, yang mempertemukan pengalaman pengelolaan akademik UM dan USM.

Delegasi UM memaparkan praktik pengelolaan Pendidikan Profesi Guru (PPG), mulai aspek akademik, proses pembelajaran, pendampingan peserta, hingga unsur pendukung program.

Paparan tersebut menjadi kesempatan bagi UM untuk berbagi pengalaman pengelolaan program pendidikan sekaligus mendiskusikan praktik yang dapat dikembangkan dalam konteks pendidikan tinggi internasional.

Dalam forum itu, UM juga memperkenalkan profil universitas dan Sekolah Pascasarjana sebagai institusi yang menaungi program PPG.

Delegasi turut mengenalkan Departemen Sastra Arab, Departemen Geografi, dan Departemen Manajemen Pendidikan sebagai home base para dosen peserta.

Pengenalan ini tidak sekadar memperluas informasi kelembagaan, tetapi juga membuka ruang temu kepakaran antara departemen di UM dengan unit akademik yang relevan di USM.

Dari pertemuan tersebut, UM menawarkan sejumlah peluang kerja sama yang dapat dikembangkan secara lebih konkret oleh kedua perguruan tinggi.

Ruang kolaborasi mencakup pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, seminar dan konferensi, pertukaran akademik, hingga program pengembangan kapasitas sesuai bidang keilmuan masing-masing.

UM juga memperkenalkan program magister dan doktor sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan pascasarjana bagi sivitas akademika dan calon mahasiswa internasional.

Rangkaian kegiatan diawali registrasi dan opening program, dilanjutkan welcoming message oleh Leorence C. Tandog, PhD, VPAA, serta inspirational message dari Jonal L. Pimentel, PhD, SUC President IV, yang diwakili Debbie Marie B. Verzoza, PhD, VPRDE. Agenda kemudian berlanjut dengan acknowledgment of participants yang disampaikan Assoc. Prof. Bryan Lloyd P. Bretaña, Director, OIA, sebelum memasuki sesi presentasi praktik baik dari USM dan UM.

Pertukaran gagasan berlanjut melalui Discussion/Open Forum.

Sesi ini menjadi ruang dialog bagi peserta kedua institusi untuk menyampaikan pertanyaan, bertukar pandangan, sekaligus mengidentifikasi peluang kerja sama yang dapat ditindaklanjuti.

Setelah itu, delegasi UM mengikuti agenda makan siang dan campus tour ke College of Education serta Graduate School USM untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik dan fasilitas pendidikan yang dimiliki perguruan tinggi mitra.

Lebih dari sekadar kunjungan akademik, program visiting scientist tersebut memperlihatkan upaya UM membangun kemitraan internasional berbasis pertukaran pengetahuan dan kepakaran.

Kolaborasi dengan USM membuka ruang bagi pengembangan kerja sama antardepartemen, penguatan publikasi dan riset bersama, mobilitas akademik, serta pengembangan program pendidikan yang dapat memberi manfaat bagi kedua institusi.

Melalui International Visiting Scientist Activity, UM menegaskan arah penguatan internasionalisasi perguruan tinggi dengan memperluas jejaring mitra sekaligus mendorong kolaborasi yang lebih terukur dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Langkah tersebut juga selaras dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 9 tentang Industri, Inovasi dan Infrastruktur, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, terutama melalui pertukaran pengetahuan, pengembangan inovasi akademik, dan penguatan kemitraan internasional.(Djoko W)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *