Good Performance Jadi Syarat Masuk Minat Perbankan Fakultas Vokasi UB

Foto: Ketua Departemen Bisnis dan Hospitality San Rudiyanto(humas UB)

Jum’at, 15 Juli 2022

Malangpariwara.com
Good performance menjadi salah satu syarat tambahan masuk peminatan perbankan Fakultas Vokasi UB.

Ketua Departemen Bisnis dan Hospitality San Rudiyanto mengatakan kerjasama dengan Dunia Usaha dan Dunia Indusri (DUDI) terutama dengan instansi perbankan mengharuskan kualifikasi mahasiswa harus sesuai dengan kebutuhan industri perbankan.

Tidak hanya sekedar good looking namun juga smart. Hal ini harus dibuktikan dengan lulus ujian tulis atau nilai passing grade dari nilai raport calon mahasiswa Vokasi UB.

San menjelaskan Fakultas Vokasi merupakan Pendidikan tinggi yang menyelaraskan kebutuhan link and match dengan DUDI. Output dari lulusan Vokasi diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang bisa terserap kerja di industri.

“Dalam seleksi masuk perbankan kualifikasi seperti itu menjadi salah satu tambahan persyaratan. Proses seleksi tetap dilakukan melalui jalur tes tulis dan nilai raport untuk menentukan kelolosan calon mahasiswa vokasi sesuai dengan passing grade yang telah ditetapkan. Kemudian, Tes performance disesuaikan dengan kebutuhan industri perbankan, dimana salah satunya adalah berpenampilan menarik (good looking). Tes performance ini melibatkan praktisi dari perbankan, yang melakukan selesksi secara langsung terhadap calon mahasiswa vokasi,”katanya.

Menurut San, good looking tidak boleh dimaknai secara sempit, misalnya cantik atau ganteng . Tapi dari sisi yang lebih luas, seperti misalnya berpenampilan menarik, rapi, bersih, ini enak dilihat, ramah, dapat juga diartikan sebagai good looking.

“Karena alumni perbankan vokasi akan bekerja di garda terdepan pelayanan sejumlah bank mitra vokasi sehingga standar pegawai frontliner menjadi kriteria persyaratan,”kata San.

San menambahkan, pada saat seleksi masuk mahasiswa baru pihak perbankan juga turut menyeleksi peserta. Persyaratan ini sudah ada sejak vokasi berdiri atau tahun 2012.

“Dulu sebelum pandemi, setelah selesai melakukan tes tulis, calon mahasiswa akan dinilai performance oleh praktisi dari perbankan. Pada saat pandemi karena tidak dimungkinkan luring, maka penilaian bagi calon mahasiswa pendaftar minat perbankan diminta mengirimkan portofolio berupa foto dan video. Portofolio tersebut akan digunakan untuk penilaian tes performancenya oleh pihak perbankan,”sebutnya.

Hal inilah yang membedakan Pendidikan Vokasi dengan program akademik lainnya. Pendidikan Vokasi dituntut untuk menghasilkan mahasiswa siap untuk bekerja. Oleh karena itu, jika tidak terserap dengan dunia industri dan dunia usaha maka tidak sejalan dengan tujuan dari Pendidikan vokasi.

Tidak hanya sebagai tim seleksi, para praktisi tersebut juga ikut menjadi dosen Luar Biasa di Vokasi, Menyusun kurikulum bersama, dan membantu penempatan mahasiswa untuk magang di perbankan pada industry.

“Jadi harapannya ketika mereka dilibatkan secara aktif dalam proses Pendidikan di vokasi maka prosentase tingkat keterserapan lulusan prodi keuangan dan perbankan akan semakin tinggi,” tukasnya.

San bahkan mengungkapkan ketika mahasiswa vokasi magang di bank tertentu yang menjadi Mitra Vokasi, beberapa mahasiswa mendapatkan uang saku diatas nilai UMR, ada beberapa mahasiswa menerima kurang lebih uang saku sebesar Rp 4.2 juta hingga Rp 4.5 juta.

Melihat dari jumlah mahasiswa yang ada, Minat perbankan pada Fakultas Vokasi menjadi salah satu prodi yang paling diminati.

Satu angkatan mahasiswanya kurang lebih terdapat 500 an mahasiwa.

“Ke depan, kami akan mengkaji untuk dapat ditingkatkan jenjang akademiknya dari D3 menjadi Sarjana Terapan (D4). Hal ini juga untuk merespon kebutuhan sarjana terapan (D4) sebagai persyaratan untuk dapat menjadi pegawai tetap pada suatu Bank, yang menjadi mitra Vokasi sekaligus untuk memenuhi link dan macth Pendidikan vokasi UB dengan dunia usaha dan industri,” tandasnya. (Djoko Winahyu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.