KontraS Minta Dilakukan Otopsi Ulang yang dilakukan Tim PDFI Jawa Timur

Caption : Otopsi yang dilakukan oleh PDFI ditolak oleh keluarga korban stadion Kanjuruhan(Yon)

Minggu, 4 Desember 2022

Malangpariwara.com – Kordinator untuk orang hilang dan tindakan kekerasan (KontraS) menyayangkan dan patut diduga hasil otopsi yang dilakukan tim perhimpunan dokter forensik Indonesia (PDFI) Jawa Timur belum memenuhi rasa keadilan keluarga korban stadion Kanjuruhan yang meninggal dunia.

Sekretaris Federasi KontraS, Andi Irfan menjelaskan, otopsi ulang atau otopsi yang lain, bahwa dalam otopsi sebenarnya tidak perlu memerlukan ijin keluarga sesuai hukum acara karena dalam kasus josua di awal tanpa adanya ijinya dari pihak keluarga.

“Karena ijin keluarga akan menghalangi penyelidikan tetapi dalam pelaksanaannya perlu dilakukan komunikasi dengan pihak keluarga itu saja, ” ungkapnya.

Elmiati ( 33) warga Jalan Sumpil Gang II No 63.B RT 01 RW 13 Kelurahan Purwodadi Kota Malang tidak bisa membayangkan kalau musibah itu datang pada keluarga kecilnya.

Elmiati menceritakan apa yang dialaminya. Sabtu (1/10/22), bersama suaminya Rudi Haryanto (34) dan (Alm) Muhamad Virdy Prayoga (3.5) berangkat ke Kanjuruhan untuk nonton bola Derbi Jatim antara Arema VS Persebaya.

” Kami berkumpul dirumah saudara untuk berangkat bersama sama selepas magrib.Sesampai di stadion Kanjuruhan bersama saudaranya, Elmiati Mengambil tempat di sebelah selatan tribun.

Tragedi bermula ketika pertandingan selesai mendadak terjadi insiden, Suporter panik ketika ditembak gas air mata oleh oknum petugas keamanan.

Caption : suasana tembakan gas air mata di tribun selatan yang memicu kepanikan dan kehabisan oksigen( Yon)

Dibawah kepulan asap gas air mata Elmiati dan keluarganya berusaha keluar sadion menyelamatkan diri menerobos kerumunan Aremania yang juga sama – sama berusaha menyelamatkan diri lewat pintu 13 yang ternyata terbuka tidak penuh hanya cukup satu orang saja.

Akibat berdesakan berebut keluar, Elmiati terpisah dari suami dan anaknya. Dia berhasil ditolong seseorang dalam kondisi sekarat karena mengalami sesak nafas dan mata pedih.

“Saya kebingungan melihat mayat bergelimpangan manusia bertumpukan di pintu keluar, ” tegasnya.

Informasi yang di dapat dari rekan rekannya sesama Aremania sekitar pukul 01.00 Minggu (2/10/2022) korban Muhamad Virdy Prayoga di rumah sakit Kanjuruhan, sedangkan suami Elmiati( Rudi Haryanto )di rumah sakit Wava Husada.

Kedua jenazah Bapak dan anak diangkut Ambulance ,dikirim ke rumah duka Sumpil Gang II No 63.B RT 01 RW 13 Kelurahan Purwodadi Kota Malang.Keduanya dimakamkan di TPU Sumpil Purwodadi Kota Malang.

“Anak saya saat saya pangku untuk disemayamkan menjelang dimandikan keluar darah dari mulutnya,” pungkasnya.

Andre, kakak Korban dari Septian Raghil Syahputra mengaku, kecewa hasil yang dilakukan oleh tim PDFI dan kedua sampai saat ini dirinya hanya mendapatkan secarik kertas dari rumah sakit terkait, demikian juga keluarga lain tidak mendapatkan hak haknya surat rekam medik sebagai pasien.(Yon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.