UMM Resmi Jadi Mitra UNESCO, Perkuat Peran Global dalam Konservasi Air

Malangpariwara.com – Universitas Muhammadiyah Malang kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional.

Pada tahun 2026, kampus yang dikenal dengan julukan Kampus Putih ini resmi dipercaya sebagai mitra UNESCO dalam program Sustainable Water Ecosystem.

Penetapan ini menjadikan UMM sebagai salah satu dari tiga perguruan tinggi di Indonesia yang memperoleh status bergengsi tersebut.

Capaian ini menjadi bukti nyata konsistensi UMM dalam menghadirkan kontribusi bagi masyarakat dan lingkungan.

Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari perjalanan panjang riset dan pengabdian yang terus dikembangkan hingga mampu menjangkau level global.

Sebagai mitra resmi UNESCO, UMM mengemban tanggung jawab besar dalam mengawal keberlanjutan ekosistem air.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis yang menyentuh langsung persoalan lingkungan dan kebutuhan masyarakat.

Salah satu langkah konkret dilakukan di kawasan Subak Tabanan, sistem irigasi tradisional yang telah diakui dunia.

UMM merespons ancaman krisis air akibat alih fungsi lahan dan penggunaan bahan kimia berlebih yang merusak struktur tanah.

Melalui penerapan konsep green farming dan smart farming, UMM membantu memulihkan kualitas lahan sekaligus menjaga keberlanjutan sumber air.

Tak hanya di wilayah barat Indonesia, UMM juga memperluas kiprahnya ke kawasan timur, khususnya di Nusa Tenggara Timur.

Sebanyak 52 akademisi diterjunkan untuk melakukan pemetaan sumber air baru, memperkuat ketahanan pangan, serta menekan angka stunting. Ke depan, UMM tengah menyiapkan teknologi desalinasi berbasis tenaga surya sebagai solusi penyediaan air bersih bagi masyarakat.

Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro milik UMM.( Ist )

Di sektor energi terbarukan, UMM menunjukkan kapasitasnya melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).

Pemanfaatan aliran Sungai Brantas menjadi sumber energi ramah lingkungan menjadi bukti nyata integrasi antara konservasi air dan pengembangan energi berkelanjutan.

Program ini juga turut mendorong pertumbuhan ekowisata di sejumlah wilayah seperti Sumber Maron dan Boonpring Turen.

PLTMH UMM di Sumber Maroon.(Ist)

Meski telah mendapatkan pengakuan internasional, UMM menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi.

Status sebagai mitra UNESCO dipandang bukan sekadar prestasi, melainkan amanah untuk terus berada di garis depan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Dengan visi jangka panjang yang berlandaskan nilai Islam Berkemajuan, UMM menempatkan pelestarian air sebagai investasi masa depan.

Upaya ini tidak hanya untuk menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga memastikan ketersediaan sumber daya air bagi generasi mendatang.(Djoko W)