Malangpariwara.com – Komitmen mendukung pembangunan infrastruktur dasar yang berorientasi pada kepentingan masyarakat ditunjukkan Danramil 0833-03/Blimbing Kapten Cba Solekhan dengan menghadiri kegiatan Konsultasi Publik Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) terkait rencana Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Malang, Rabu malam (12/05).
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam tahapan perencanaan proyek pengembangan SPAM yang digagas untuk memperkuat layanan air bersih bagi masyarakat Kota Malang.
Forum konsultasi publik ini mempertemukan unsur pemerintah daerah, aparat kewilayahan, pemangku kepentingan, hingga masyarakat guna membahas berbagai aspek teknis maupun dampak lingkungan dari rencana pembangunan tersebut.
Dalam forum itu, masyarakat diberi ruang menyampaikan saran, masukan, serta tanggapan terhadap rencana pengembangan SPAM.
Proses ini dinilai penting agar pembangunan tidak hanya berjalan sesuai regulasi, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan dan kebutuhan warga di masa mendatang.
Kehadiran Danramil 0833-03/Blimbing menjadi simbol dukungan TNI AD terhadap program strategis pemerintah daerah, khususnya yang berkaitan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat.
Selain menjaga stabilitas wilayah, aparat kewilayahan juga memiliki peran dalam membangun komunikasi dan sinergi agar setiap program pembangunan dapat berjalan kondusif dan diterima masyarakat.
Kapten Cba Solekhan menegaskan bahwa ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi secara berkelanjutan.
Menurutnya, pengembangan SPAM menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan kebutuhan air bersih di tengah pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan perkotaan di Kota Malang.
Ia juga menyoroti pentingnya keterbukaan informasi dalam setiap tahapan pembangunan. Dengan adanya konsultasi publik, masyarakat dapat mengetahui secara langsung rencana proyek yang akan dilaksanakan sekaligus menyampaikan aspirasi maupun kekhawatiran yang muncul terkait dampak lingkungan.
“Konsultasi publik seperti ini sangat penting sebagai sarana menyerap aspirasi masyarakat. Harapannya, pengembangan SPAM Kota Malang dapat berjalan baik, ramah lingkungan, dan memberikan manfaat nyata bagi warga,” ujar Kapten Solekhan.
Lebih jauh, forum AMDAL dinilai bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bagian dari upaya membangun pembangunan yang partisipatif.
Dengan melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan, diharapkan potensi persoalan sosial maupun lingkungan dapat diminimalkan sejak awal.
Pengembangan SPAM sendiri menjadi salah satu program vital dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat perkotaan. Selain memastikan ketersediaan air bersih, proyek ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan publik serta mendukung kesehatan lingkungan warga.
Selama kegiatan berlangsung, suasana konsultasi publik berjalan tertib, lancar, dan penuh semangat kebersamaan. Antusiasme peserta menunjukkan adanya kepedulian bersama terhadap pembangunan infrastruktur yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat luas.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, aparat kewilayahan, dan masyarakat, pengembangan SPAM Kota Malang diharapkan dapat terlaksana secara optimal, berwawasan lingkungan, serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Kota Malang.(Djoko W)






