Malangpariwara.com – Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya terus memperkuat komitmennya sebagai Smart Green Campus yang peduli lingkungan.
Setelah sebelumnya memanfaatkan kembali pipa bekas sebagai sumur resapan (biopori), kini FTAB mengambil langkah inovatif dengan meminimalkan penggunaan lampu saat kegiatan perkuliahan di siang hari.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya kampus dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) sekaligus mewujudkan konsep Smart Green Campus yang berkelanjutan.
Penggunaan energi berlebih menjadi persoalan global, termasuk di lingkungan perguruan tinggi. Melalui pengurangan penggunaan lampu pada siang hari, FTAB tidak hanya berupaya menghemat energi, tetapi juga menekan emisi karbon, emisi gas rumah kaca (GRK), serta biaya operasional kampus.
Langkah ini sejalan dengan SDGs nomor 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau serta SDGs nomor 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.
Dekan FTAB, Yusuf Hendrawan, menjelaskan bahwa program tersebut melibatkan seluruh sivitas akademika, mulai dari mahasiswa, dosen, laboran, hingga tenaga kependidikan.
Seluruh elemen kampus diajak berperan aktif dalam mengoptimalkan penggunaan cahaya alami dan mematikan lampu ketika tidak diperlukan.
“Sebagai langkah nyata mendukung smart green campus, kami berkomitmen mengurangi penggunaan lampu di seluruh ruang kelas dan fasilitas kampus yang memiliki akses cahaya alami memadai. Namun demikian, kenyamanan dan keamanan proses belajar mengajar tetap menjadi prioritas,” jelasnya.
Ia menambahkan, FTAB juga terus melakukan kampanye edukasi melalui poster di media sosial maupun yang dipasang di berbagai area kampus untuk mengingatkan pentingnya mematikan lampu saat tidak digunakan.
Lebih lanjut, FTAB UB akan melakukan monitoring penggunaan energi secara real-time guna mengevaluasi efektivitas program tersebut.
Dengan meningkatnya kesadaran sivitas akademika terhadap pentingnya konservasi energi, diharapkan budaya peduli lingkungan semakin tumbuh di lingkungan kampus.
Selain menjadi motivasi dan role model bagi institusi lain, langkah sederhana ini ditargetkan mampu menurunkan konsumsi listrik hingga 30 persen.
Dampaknya diharapkan tidak hanya dirasakan oleh kampus, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi kelestarian lingkungan dan masa depan yang lebih berkelanjutan.(Djoko W)






