Semangat Berbagi Menguat, Kurban UM Naik Dua Kali Lipat dan Pererat Kepedulian Sosial

Malangpariwara.com – Suasana kebersamaan tampak begitu terasa di area parkir Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Malang (UM), Rabu (27/5).

Sejak pagi, sivitas akademika bersama warga sekitar bahu membahu mengikuti proses penyembelihan hewan kurban Iduladha 1447 Hijriah.

Bukan sekadar ritual tahunan, kegiatan tersebut menjadi gambaran nyata tumbuhnya semangat solidaritas dan kepedulian sosial di lingkungan kampus.

Tahun ini, jumlah hewan kurban di UM mengalami peningkatan signifikan. Sebanyak enam ekor sapi dan 16 ekor kambing disembelih, meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai tiga ekor sapi.

Peningkatan tersebut mencerminkan semakin kuatnya partisipasi dan kesadaran sivitas akademika dalam berbagi kepada sesama.

Ketua pelaksana kegiatan, Alfian Fawaidil Wafa, M.Pd., mengatakan bahwa Iduladha di lingkungan UM tidak hanya dimaknai sebagai ibadah personal, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan sosial antara kampus dan masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah, tahun ini ada peningkatan jumlah sapi. Tahun lalu tiga ekor sapi, sekarang bertambah menjadi enam ekor. Ini menunjukkan semangat berbagi dari sivitas akademika UM semakin besar,” ujarnya.

Menurut Alfian, proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga masyarakat sekitar kampus.

Kolaborasi tersebut menghadirkan suasana hangat yang memperlihatkan kuatnya budaya kebersamaan di lingkungan UM.

Di tengah aktivitas pemotongan dan pengemasan daging, tampak para mahasiswa ikut membantu membungkus daging kurban, sementara tenaga kependidikan dan warga sekitar turut mengatur proses distribusi agar berjalan tertib.

Kebersamaan semacam itu dinilai menjadi nilai penting yang terus dijaga dalam pelaksanaan Iduladha di kampus.

“Semoga kurban di UM tidak hanya dirasakan melalui pembagian dagingnya, tetapi juga menghadirkan kebersamaan dan kebahagiaan bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.

Kepala UPT Laboratorium Pendidikan Agama (LPA) UM, Dr. Achmad Sultoni, S.Ag., M.Pd.I., menilai kegiatan kurban memiliki makna lebih luas dalam membangun karakter sosial dan spiritual sivitas akademika.

Kampus, menurutnya, tidak cukup hanya menjadi pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus hadir sebagai ruang tumbuhnya nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.

“Pelaksanaan kurban ini menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai kepedulian dan kebersamaan di lingkungan internal maupun eksternal UM,” ungkapnya.

Ia menambahkan, distribusi daging kurban kepada masyarakat sekitar menjadi bentuk nyata kehadiran kampus dalam membantu warga yang membutuhkan. Selain mempererat hubungan harmonis antara kampus dan masyarakat, kegiatan tersebut juga dinilai mampu memperkuat solidaritas sosial di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih menghadapi berbagai tantangan.

Lebih jauh, pelaksanaan kurban di UM juga sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs).

Melalui pembagian daging kurban, UM turut berkontribusi pada poin Zero Hunger atau pengentasan kelaparan, mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat kolaborasi sosial melalui semangat gotong royong.

Bagi UM, Iduladha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, melainkan tentang bagaimana nilai keikhlasan, empati, dan semangat berbagi dapat terus hidup di tengah masyarakat.

Dari halaman kampus, pesan tentang kepedulian itu kembali diteguhkan: bahwa kebersamaan dan solidaritas sosial tetap menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan yang lebih harmonis.(Djoko W)