Pererat Silaturahmi, DPC PKB Kota Malang Nobar Film FOUFO Bersama Tokoh Masyarakat Madura

Malangpariwara.com – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Malang terus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan yang bersifat inklusif dan membumi.

Salah satunya diwujudkan lewat kegiatan nonton bareng (nobar) film FOUFO yang mempertemukan jajaran pengurus partai, anggota DPRD Kota Malang Fraksi PKB, serta tokoh-tokoh masyarakat Madura yang berdomisili di Kota Malang.

Gayeng silaturahmi jajaran pengurus partai, anggota DPRD Kota Malang Fraksi PKB, serta tokoh-tokoh masyarakat Madura yang berdomisili di Kota Malang agenda nobar Film FOUFO.(Ist)

Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kegiatan yang digelar pada Rabu (15/7/2026).

Bagi DPC PKB Kota Malang, agenda tersebut tidak sekadar menjadi sarana hiburan, tetapi juga momentum mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi antara partai dan masyarakat.

Sejumlah tokoh masyarakat Madura tampak hadir bersama berbagai komunitas yang memenuhi lokasi acara.

Kehadiran anggota legislatif dari Fraksi PKB turut menjadi bukti komitmen partai untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui aktivitas politik, tetapi juga lewat ruang-ruang kebersamaan yang mampu memperkuat persaudaraan.

Ketua DPC PKB Kota Malang, Hikmah Bafaqih, menegaskan bahwa partainya ingin membangun hubungan yang semakin dekat dengan masyarakat dari berbagai latar belakang.

Menurutnya, keberadaan partai harus benar-benar dapat dirasakan manfaatnya hingga ke lapisan paling bawah.

“Kehadiran Partai PKB harus senantiasa dirasakan hingga ke lapisan bawah. Acara seperti ini adalah salah satu wujud komitmen kami untuk terus hadir, menyapa, dan mempererat tali persaudaraan dengan seluruh elemen masyarakat di Kota Malang,” ujar Hikmah.

Ia menambahkan, kegiatan yang dikemas secara sederhana namun penuh makna seperti nobar mampu menciptakan ruang dialog yang lebih cair.

Dalam suasana tersebut, masyarakat dapat saling mengenal, berbagi pengalaman, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan tanpa sekat.

Film FOUFO  yang diputar dalam kegiatan tersebut menjadi daya tarik utama. Karya yang dibintangi komedian sekaligus kreator konten Tretan Muslim itu menghadirkan kisah menyentuh tentang perjuangan hidup, keluarga, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Tokoh utama bernama Muslim digambarkan sebagai pengepul barang rongsokan keturunan Madura yang tinggal di kawasan “Kampung Rombeng”. Di tengah keterbatasan ekonomi, ia memiliki tekad kuat mengumpulkan biaya agar sang ibu dapat menunaikan ibadah haji.

Alur cerita berubah ketika Muslim menemukan sebuah UFO yang jatuh di pinggiran kota. Berbeda dari kebanyakan orang yang mungkin melihat benda tersebut sebagai barang bernilai ekonomi, Muslim justru memilih menolong makhluk asing yang berada di dalamnya. Alien tersebut kemudian diberi nama FOUFO.

Hubungan persahabatan antara Muslim dan FOUFO menjadi inti cerita yang sarat pesan moral. Film ini menggambarkan bahwa ketulusan, kepedulian, dan kemanusiaan memiliki nilai yang jauh lebih tinggi dibandingkan materi maupun kecanggihan teknologi.

Pesan tersebut dinilai relevan dengan semangat membangun solidaritas sosial di tengah kehidupan masyarakat yang semakin beragam.

Nilai gotong royong, kepedulian terhadap sesama, dan pentingnya menjaga hubungan antar sesama menjadi benang merah yang dirasakan para penonton sepanjang pemutaran film.

Melalui kegiatan ini, DPC PKB Kota Malang berharap silaturahmi yang telah terbangun dapat terus terjaga.

Ke depan, kegiatan serupa direncanakan menjadi agenda rutin sebagai media memperkuat persaudaraan, memperluas komunikasi dengan masyarakat, serta menghadirkan ruang kebersamaan yang mampu memperkokoh harmoni sosial di Kota Malang.(Djoko W)