Pokir FPKB DPRD Kota Malang Cair, Arief Wahyudi Salurkan Bantuan Sound System hingga Hadrah untuk Kelompok Seni dan Muslimat NU

Malangpariwara.com – Komitmen Anggota DPRD Kota Malang Fraksi PKB, Arief Wahyudi, dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat mulai terealisasi.

Melalui Program Pokok Pikiran (Pokir) Tahun Anggaran 2026, bantuan bagi kelompok seni budaya, lembaga pendidikan, serta organisasi kemasyarakatan di Kecamatan Klojen mulai disalurkan.

Realisasi pokir tersebut diwujudkan dalam bentuk bantuan sound system, perangkat hadrah, alat kesenian, hingga perlengkapan pendidikan bagi sejumlah PAUD dan TK Muslimat NU.

Penyerahan bantuan dilakukan secara bertahap kepada kelompok penerima yang sebelumnya telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi.

Atief Wahyudi saat berada di Muslimat NU ranting Jodipan Kulon.(Djoko W)

Arief Wahyudi mengatakan, pokir merupakan instrumen untuk menjembatani kebutuhan masyarakat dengan program pembangunan pemerintah daerah. Karena itu, seluruh usulan harus berasal dari lembaga resmi dan melalui proses verifikasi.

“Semua usulan harus melalui lembaga, baik RT, RW, LPMK, kelompok seni, maupun lembaga pendidikan. Tidak ada bantuan yang diajukan atas nama pribadi. Tujuannya agar benar-benar tepat sasaran dan bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujar legislator yang akrab disapa AW tersebut.

Pada tahap penyaluran kali ini, sebanyak 12 kelompok seni budaya di Kecamatan Klojen menerima bantuan berupa sound system, perangkat hadrah, maupun perlengkapan kesenian lainnya.

Selain itu, dua lembaga PAUD juga memperoleh bantuan sesuai kebutuhan masing-masing.

Menurut Arief, perhatian terhadap sektor seni budaya menjadi bagian penting dalam menjaga ruang kreativitas masyarakat sekaligus melestarikan tradisi yang tumbuh di lingkungan kampung.

“Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat dan mampu meningkatkan aktivitas kesenian di masing-masing wilayah,” katanya.

Salah satu penerima bantuan, Muhammad Lutfi Zakaria, menerima pokir sound system.(Djoko W)

Salah satu penerima bantuan, Muhammad Lutfi Zakaria, mengaku kelompok keseniannya mengusulkan bantuan sound system setelah memenuhi seluruh persyaratan, termasuk memiliki Kartu Induk Kesenian (KIK) yang menjadi syarat utama pengajuan pokir.

Ia menjelaskan, proses memperoleh KIK dimulai dari rekomendasi RT dan RW, dilanjutkan verifikasi di kelurahan sebelum diterbitkan Dinas Pendidikan Kota Malang.

Meski penerbitannya relatif singkat, kartu tersebut baru dapat digunakan sebagai syarat pengajuan pokir setelah berusia minimal satu tahun.

“Alhamdulillah sekarang KIK kami sudah lebih dari satu tahun, sehingga baru bisa mengajukan bantuan sound system. Sebelumnya kelompok kami sudah pernah menerima bantuan hadrah, sehingga kali ini yang dibutuhkan adalah sound system untuk menunjang kegiatan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Lutfi, keberadaan sound system sangat dibutuhkan karena akan dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan warga, mulai pengajian, peringatan hari besar keagamaan, kegiatan kampung, hingga pertunjukan seni budaya.

Tak hanya kelompok seni, jaringan Muslimat NU di Kecamatan Klojen juga kembali menerima manfaat dari program pokir tersebut.

Ketua Muslimat NU Ranting Bareng Bandarangin, Hj. Misiati, secara simbolis menerima bantuan sound system di Masjid Quba’, Kelurahan Bareng.

Ketua Muslimat NU Ranting Bareng Bandarangin, Hj. Misiati,.(Djoko W)

 

Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian yang terus diberikan Arief Wahyudi kepada organisasi perempuan NU tersebut.

“Terima kasih Pak Arief. Muslimat NU Bandarangin kembali mendapatkan pokir berupa sound system. Sebelumnya kami juga menerima laptop untuk TK Muslimat dan PAUD, tenda, hingga dua tenda kerucut. Semua bantuan itu sangat bermanfaat untuk kegiatan organisasi maupun pendidikan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Arief juga mengajak para ibu Muslimat untuk memperkuat peran keluarga dalam mendampingi anak-anak agar terhindar dari berbagai pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan teknologi, perjudian daring (judol), serta perilaku yang dinilai dapat mengganggu perkembangan generasi muda.

Simbolis Ketua Muslimat NU Ranting Jodipan Kulon, Sulastri, juga menerima bantuan berupa perangkat hadrah dan sound system diserahkan langsung olah Arief Wahyudi FPKB.(Djoko W)

Sementara itu, Ketua Muslimat NU Ranting Jodipan Kulon, Sulastri, juga menerima bantuan berupa perangkat hadrah dan sound system.

Ia mengaku bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan keagamaan, pembinaan seni hadrah, serta aktivitas sosial kemasyarakatan di lingkungan ranting.

Selain sektor seni budaya dan pendidikan, Arief memastikan pokir tahun 2026 juga diarahkan untuk pembangunan infrastruktur lingkungan di wilayah Kecamatan Klojen.

Sejumlah usulan seperti perbaikan jalan kampung, rehabilitasi saluran drainase dan gorong-gorong, hingga penataan kawasan permukiman telah masuk dalam daftar realisasi melalui dinas teknis terkait.

Bagi Arief, pokir bukan sekadar program bantuan, melainkan bentuk nyata kehadiran wakil rakyat dalam mengawal aspirasi masyarakat hingga benar-benar diwujudkan dalam pembangunan yang dirasakan langsung oleh warga.

Dengan mekanisme yang transparan dan berbasis kebutuhan riil masyarakat, ia berharap manfaat program tersebut semakin luas dan mampu memperkuat aktivitas sosial, budaya, pendidikan, serta pembangunan lingkungan di Kecamatan Klojen.(Djoko W)