Dosen Kimia FSTeM UB Edukasi Teknologi Pengolahan Limbah Berbasis Adsorben kepada Santriwati di Ponpes Daarul Ukhuwwah Malang

MALANGPARIWARA.COM – Persoalan limbah tidak selalu harus diselesaikan dengan teknologi yang rumit dan berbiaya tinggi.

Dengan pendekatan sederhana berbasis ilmu pengetahuan, masyarakat justru dapat ikut berperan menjaga kualitas lingkungan.

Semangat inilah yang dibawa dosen Departemen Kimia, Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya (UB) saat menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri 1 Malang.

Bertempat di Jalan Untung Sudiro No. 27, Kelurahan Cemorokandang, Kota Malang, kegiatan yang dilaksanakan pada 1 Juli 2026 tersebut mengangkat tema “Teknologi Pengolahan Limbah Sederhana Menggunakan Adsorben”.

Program ini melibatkan mahasiswi Kuliah Kerja Nyata-Pengabdian kepada Masyarakat (KKN-PkM) sebagai bentuk kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, para santriwati diperkenalkan pada teknologi pengolahan limbah yang sederhana, murah, mudah diterapkan, sekaligus ramah lingkungan.

Edukasi ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Brawijaya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pendidikan berkualitas, akses terhadap air bersih dan sanitasi, serta konsumsi dan produksi yang berkelanjutan.

Materi pertama disampaikan oleh Dra. Sri Wardhani, M.Si. yang menjelaskan konsep dasar adsorpsi sebagai salah satu metode penyisihan zat pencemar dari air limbah.

Peserta diajak memahami perbedaan antara adsorpsi dan absorpsi, mengenal berbagai jenis adsorben alami, hingga faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan suatu material dalam menyerap polutan, seperti luas permukaan, suhu, dan tingkat keasaman (pH).

Penjelasan tersebut diperkaya dengan contoh penerapan teknologi adsorpsi dalam pengolahan limbah rumah tangga maupun industri sehingga para santriwati dapat melihat secara langsung bagaimana ilmu kimia memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Sementara itu, Dr. Darjito, S.Si., M.Si. memperkenalkan inovasi pemanfaatan limbah bulu ayam sebagai sumber keratin yang dapat diolah menjadi adsorben fungsional.

Inovasi tersebut menunjukkan bahwa limbah organik yang selama ini kurang dimanfaatkan ternyata memiliki nilai ekonomi sekaligus manfaat besar dalam mendukung konsep ekonomi sirkular.

Tidak hanya mendengarkan teori, peserta juga mengikuti demonstrasi pengolahan limbah melalui proses adsorpsi menggunakan larutan metilen biru sebagai simulasi limbah pewarna sintetis. Tim pengabdian memperagakan penggunaan empat jenis adsorben, yakni karbon aktif, zeolit, pasir besi, dan kapur.

Melalui praktik tersebut, para santriwati dapat menyaksikan secara langsung perbedaan kemampuan masing-masing material dalam menyerap zat warna.

Pengalaman belajar yang bersifat aplikatif ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pentingnya menjaga kualitas air dan lingkungan di sekitar mereka.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim pengabdian menyerahkan satu paket kit teknologi adsorpsi kepada pihak Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri 1 Malang.

Paket tersebut berisi seperangkat alat, bahan, serta panduan penggunaan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dan praktik secara mandiri.

Ketua pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa pengabdian ini merupakan bagian dari komitmen Departemen Kimia FSTeM UB untuk menghadirkan hasil-hasil riset yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan para santriwati mengenai teknologi adsorpsi, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap pengelolaan limbah dan pelestarian lingkungan. Dengan pemahaman sains yang aplikatif, masyarakat dapat menjadi bagian dari solusi dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Pihak Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri 1 Malang menyambut baik kegiatan tersebut.

Ustadzah Dini menilai teknologi adsorpsi sangat potensial diterapkan di lingkungan pesantren sebagai solusi sederhana dalam pengelolaan limbah.

Senada dengan itu, Ustadzah Radiyah berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat memperoleh pengetahuan tentang teknologi ramah lingkungan yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, Universitas Brawijaya kembali menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga hadir di tengah masyarakat dengan menghadirkan solusi nyata atas berbagai persoalan lingkungan melalui inovasi yang sederhana, aplikatif, dan berkelanjutan.(Djoko W)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *