MALANGPARIWARA.COM – Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diimbau rutin memastikan status kepesertaan tetap aktif.
Selain mengecek status kepesertaan, peserta juga perlu memahami rincian iuran sesuai kepesertaan serta mekanisme perpindahan fasilitas kesehatan (faskes).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Malang, Hernina Agustin Arifin, mengatakan kemudahan akses informasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman peserta terhadap Program JKN.
Menurutnya, peserta tidak perlu menunggu sampai membutuhkan pelayanan kesehatan untuk memastikan status kepesertaannya.
Pengecekan secara berkala dapat dilakukan agar peserta mengetahui kondisi kepesertaan sekaligus memastikan hak pelayanan kesehatan dapat digunakan sesuai ketentuan.
“Peserta dapat mengecek status keaktifan kepesertaan, mengetahui rincian iuran sesuai kepesertaan, maupun mendapatkan informasi mengenai mekanisme pindah faskes,” ujar Ina.
Ia menambahkan, pemahaman mengenai kewajiban pembayaran iuran juga penting.
Peserta perlu memastikan pembayaran iuran dilakukan sesuai ketentuan sehingga kepesertaan tetap aktif dan dapat dimanfaatkan ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.
Selain persoalan iuran, peserta JKN juga perlu memahami ketentuan terkait fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).
Apabila terdapat kebutuhan untuk berpindah faskes, peserta dapat mengikuti mekanisme perubahan faskes yang telah ditetapkan BPJS Kesehatan.
Hernina menekankan, peserta sebaiknya aktif mencari informasi dan memastikan data kepesertaan selalu sesuai.
Langkah tersebut dinilai dapat membantu menghindari kendala administrasi ketika peserta membutuhkan layanan kesehatan.
“Jangan menunggu sakit baru melakukan pengecekan. Pastikan kepesertaan aktif dan pahami hak serta kewajiban sebagai peserta JKN,” pesannya.
Dengan semakin mudahnya akses informasi, BPJS Kesehatan berharap peserta dapat lebih mandiri dalam mengelola kepesertaannya.
Pemahaman tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan JKN dan memastikan program jaminan kesehatan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.(Djoko W)






