MALANGPARIWARA.COM – Makna kemerdekaan dinilai tidak cukup diwujudkan melalui seremoni, tetapi harus hadir dalam kehidupan masyarakat melalui kebijakan yang menjamin keadilan dan kesejahteraan.
Pesan itu mengemuka dalam diskusi HUT ke-81 Kemerdekaan RI di NK Kafe Malang, Sabtu (15/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Raden Djoni Sudjatmoko, SE., MM atau Abah Djoni, menyerahkan buku karyanya Ekonomi Pancasila kepada Ketua Umum DPP LPKAN Indonesia, R. Mohammad Ali.
Abah Djoni menilai Pancasila harus menjadi landasan nyata dalam kebijakan ekonomi, politik, hukum, dan pemerintahan. Lima sila, katanya, harus berjalan selaras dan bermuara pada kepentingan rakyat.
“Kalau cuma merdeka politik, ini baru setengah jalan. Merdeka itu bukan titik, tapi garis perjuangan,” ujarnya.
Menurutnya, kemerdekaan harus terasa langsung dalam kehidupan masyarakat, mulai dari kebutuhan pangan, pendidikan hingga layanan kesehatan.
“Kemerdekaan harus hadir di meja-meja rakyat, di meja makan rakyat. Tidak boleh rakyat kelaparan. Harus hadir di sekolah, harus hadir di rumah sakit,” tegasnya.
R. Mohammad Ali menyambut gagasan tersebut dan menilai 81 tahun kemerdekaan harus menjadi momentum evaluasi kinerja penyelenggara negara.
“Rakyat tidak butuh janji lagi. Rakyat butuh bukti nyata. Butuh pejabat yang hadir dan bekerja untuk bangsa dan negara,” katanya.
LPKAN juga menyatakan akan membedah buku Ekonomi Pancasila melalui LPKAN Jawa Timur.
Menurut Ali, fungsi pengawasan LPKAN diarahkan untuk memastikan kebijakan, program, dan anggaran negara benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua OKK DPP LPKAN Indonesia Sugiharto mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui keberpihakan kepada UMKM, koperasi, petani, nelayan dan pekerja. Ia juga menekankan pentingnya kemudahan perizinan, akses pembiayaan, penguatan produk dalam negeri, stabilitas harga serta pemerataan pembangunan.
“Negara wajib hadir dan berpihak,” tegasnya.
Dalam momentum HUT ke-81 RI, LPKAN mengajak seluruh jajaran di daerah memperkuat pengawasan dengan tetap menjaga integritas dan membangun sinergi bersama pemerintah.
“Mari kita jaga persatuan, bekerja all out dengan tulus. Tegakkan integritas. Kawal agar pemerintahan bersih, sehat, dan benar-benar untuk kemakmuran rakyat,” pungkas Ali.
Bagi LPKAN, kemerdekaan pada akhirnya bukan hanya tentang bendera yang berkibar, melainkan tentang hadirnya keadilan, kesejahteraan dan kesempatan hidup layak bagi seluruh rakyat Indonesia.(Djoko W)






