Polinema Targetkan Tambah Tujuh Guru Besar hingga Akhir 2026, Perkuat Riset dan Inovasi Terapan

MALANGPARIWARA.COM – Politeknik Negeri Malang (Polinema) terus memperkuat kapasitas akademik dan riset untuk menjawab kebutuhan industri serta masyarakat.

Hingga akhir 2026, kampus vokasi tersebut menargetkan sedikitnya tujuh guru besar baru.

Target tersebut disampaikan Direktur Polinema Ir. Supriatna Adhisuwignjo, S.T., M.T. seusai mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Polinema, Senin (17/8/2026).

Supriatna mengatakan, penambahan guru besar menjadi bagian penting dari strategi Polinema dalam memperkuat kepakaran dan kualitas keilmuan terapan. Bahkan, pihaknya masih membuka peluang agar jumlah guru besar yang dikukuhkan hingga akhir tahun dapat melampaui target.

“Target kami sampai akhir tahun ada tujuh guru besar. Tetapi tentu kami berharap bisa lebih dari itu,” ujar Supriatna.

Direktur Polinema Ir. Supriatna Adhisuwignjo, S.T., M.T. seusai mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Polinema.(Djoko W)

Menurutnya, Polinema juga mendorong percepatan proses kenaikan jabatan fungsional bagi dosen yang telah memenuhi persyaratan akademik untuk menuju jenjang guru besar.

Langkah tersebut dilakukan dengan memberikan dukungan agar para dosen dapat segera melengkapi persyaratan dan mengajukan proses kenaikan jabatan.

Upaya tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk meningkatkan jumlah guru besar, tetapi juga memperkuat ekosistem keilmuan di Polinema. Bertambahnya profesor diharapkan semakin memperkokoh kepakaran sekaligus memperluas kontribusi kampus dalam menghasilkan solusi berbasis teknologi terapan.

“Guru besar ini nantinya bukan hanya soal jabatan akademik, tetapi bagaimana kepakaran mereka bisa memberikan kontribusi terhadap penyelesaian berbagai persoalan,” jelasnya.

Supriatna menegaskan, tantangan yang dihadapi dunia industri, UMKM, maupun masyarakat semakin kompleks. Karena itu, pendekatan penyelesaiannya membutuhkan riset yang tidak hanya mendalam dari sisi keilmuan, tetapi juga mampu melihat persoalan secara komprehensif dan menghasilkan solusi yang aplikatif.

Untuk menopang langkah tersebut, Polinema terus mengoptimalkan keberadaan pusat riset dan pusat unggulan teknologi.

Lembaga-lembaga tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi para dosen dan guru besar dalam mengembangkan penelitian yang memiliki dampak nyata.

Di dalamnya, arah riset akan diperkuat melalui penetapan target luaran yang lebih terukur, mulai dari publikasi ilmiah, pengembangan teknologi, produk inovasi, hingga pemanfaatan hasil penelitian oleh industri dan masyarakat.

“Pusat riset dan pusat unggulan teknologi akan kami optimalkan. Para guru besar diharapkan dapat menetapkan arah dan target luaran riset, sehingga produk yang dihasilkan semakin kuat dan memberikan manfaat,” kata Supriatna.

Ia menambahkan, penguatan sumber daya manusia dan riset menjadi bagian dari komitmen Polinema untuk terus meningkatkan peran perguruan tinggi vokasi dalam pembangunan.

Kampus tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

Momentum peringatan kemerdekaan, lanjut Supriatna, menjadi pengingat bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk ikut mengisi pembangunan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dengan target penambahan guru besar serta penguatan pusat riset dan pusat unggulan teknologi, Polinema berharap kapasitas akademik dan inovasi terapan semakin berkembang.

Pada akhirnya, peningkatan kualitas tersebut diharapkan bermuara pada lahirnya berbagai solusi teknologi yang mampu memperkuat industri, membantu UMKM, sekaligus memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.(Djoko W)

http://Polinema.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *