Sri Untari Bisowarno Dorong Malang Jadi Kota Koperasi Kreatif Pertama di Indonesia

MALANGPARIWARA.COM – Peringatan 100 tahun Stadion Gajayana Kota Malang menjadi momentum penting bagi penguatan ekonomi kreatif dan koperasi.

Perayaan yang berlangsung dalam rangkaian Festival Mbois 11 “Malang Menyala” pada 21–23 Agustus 2026 itu sekaligus menegaskan posisi Kota Malang sebagai pionir Kota Koperasi Kreatif pertama di Indonesia.

Festival yang diinisiasi Malang Creative Fusion (MCF) bersama Dewan Koperasi Indonesia Daerah (DEKOPINDA) Kota Malang tersebut menghadirkan sejumlah agenda strategis. Di antaranya Malang Creative Connect, peluncuran Creative Cooperative Digital Platform, serta diskusi panel yang menghadirkan Menteri Koperasi Republik Indonesia sebagai keynote speaker.

Ketua Umum Koperasi SBW Malang sekaligus Ketua Dewan Penasihat DEKOPINWIL Jawa Timur, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP., mengatakan perubahan menuju ekonomi kreatif membutuhkan kelembagaan koperasi yang modern, adaptif, dan mampu membangun kolaborasi lintas sektor.

Menurutnya, koperasi tidak lagi cukup hanya berperan sebagai lembaga simpan pinjam.

Koperasi harus berkembang menjadi agregator bagi startup dan pelaku ekonomi kreatif, termasuk melalui penerapan Koperasi Multi Pihak (KMP) dan pemanfaatan Kekayaan Intelektual (KI).

“Kota Malang menyimpan modal demografi yang sangat masif dengan 65,5 persen penduduk berada di usia produktif dan didukung 20 perguruan tinggi IT. Namun, kita masih menghadapi tantangan skills mismatch bagi lulusan vokasi,” ujar Sri Untari.

Ia menjelaskan, skema KMP dapat menjadi salah satu solusi untuk mengubah posisi generasi muda dalam ekosistem ekonomi kreatif.

Mereka tidak hanya ditempatkan sebagai pekerja, tetapi juga menjadi anggota pekerja atau worker-members yang memiliki kesempatan memperoleh pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) dari karya maupun proyek yang dikerjakan.

Penguatan ekosistem kreatif tersebut juga ditopang keberadaan Malang Creative Center (MCC).

Fasilitas ini telah menjadi ruang tumbuh berbagai aktivitas dan komunitas kreatif di Kota Malang.

Perkembangan tersebut turut memperkuat posisi Malang di tingkat internasional. Pada Oktober 2025, Kota Malang masuk dalam jejaring UNESCO Creative Cities Network (UCCN) untuk kategori Media Arts.

Di sisi regulasi, pengembangan KMP mengacu pada Permenkop Nomor 8 Tahun 2021 yang mengatur tata kelola dan pembagian hak suara antara investor, pekerja kreatif, serta pengguna.

Sementara itu, PP Nomor 24 Tahun 2022 membuka peluang Kekayaan Intelektual dimanfaatkan sebagai objek jaminan fidusia untuk mendukung akses pembiayaan.

Skema pembiayaan tersebut juga dapat diperkuat melalui dukungan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi sehingga pelaku ekonomi kreatif memiliki alternatif sumber permodalan untuk mengembangkan usaha dan karya mereka.

Ke depan, Sri Untari mendorong empat langkah strategis untuk memperkuat ekosistem koperasi kreatif di Kota Malang.

Pertama, membentuk IP Center Terpadu di Malang Creative Center sebagai pusat pengelolaan dan pengembangan kekayaan intelektual.

Kedua, memperkuat Koperasi Siswa-Alumni di lembaga pendidikan vokasi agar generasi muda lebih dekat dengan ekosistem kewirausahaan.

Ketiga, menghadirkan skema sandbox funding melalui LPDB untuk menguji dan membiayai model bisnis kreatif baru.

Keempat, mendorong kebijakan afirmasi dalam pengadaan proyek publik pemerintah daerah sehingga KMP lokal memperoleh ruang lebih besar untuk terlibat dalam pembangunan.

Rangkaian Festival Mbois 11 “Malang Menyala” pun tidak sekadar menjadi perayaan kreativitas.

Momentum satu abad Stadion Gajayana tersebut diarahkan menjadi titik penguatan ekonomi berbasis koperasi, kreativitas, teknologi, dan kekayaan intelektual.

Dengan modal sumber daya manusia, perguruan tinggi, infrastruktur kreatif, serta jejaring ekonomi kreatif yang terus berkembang, Kota Malang berupaya membangun model koperasi baru yang tidak hanya berorientasi pada kesejahteraan anggota, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional hingga global.( Djoko W)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *