Malangpariwara.com -Tiga dekade mengabdi di jalur koperasi dan politik menjadi dua sisi perjuangan Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP., dalam mendorong ekonomi kerakyatan.
Kiprahnya sebagai Ketua Umum Koperasi Setia Budi Wanita (SBW) Jawa Timur berjalan beriringan dengan tugasnya sebagai Ketua Komisi E DPRD Jatim sekaligus Penasihat Fraksi PDI Perjuangan.
Atas pengabdiannya, ia menerima Lencana Emas Jer Basuki Mawa Beya dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Penghargaan yang diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur itu bukan semata pengakuan atas panjangnya masa pengabdian.
Lebih dari itu, penghargaan tersebut menyoroti kiprah Sri Untari dalam dua ruang berbeda: menggerakkan pemberdayaan ekonomi melalui koperasi dan memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui lembaga legislatif.
Di gerakan koperasi, Sri Untari berperan dalam pengembangan kelembagaan ekonomi perempuan. Koperasi menjadi ruang bagi anggota untuk membangun kemandirian ekonomi secara kolektif.
Sementara di DPRD Jatim, posisinya sebagai Ketua Komisi E menempatkannya dalam kerja-kerja kebijakan yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat, sesuai lingkup tugas komisi dan kewenangan DPRD.
Dua peran itu bertemu pada satu persoalan: bagaimana kesejahteraan rakyat tidak berhenti sebagai wacana, tetapi diperjuangkan melalui kelembagaan dan kebijakan. Koperasi membutuhkan dukungan ekosistem dan kebijakan yang memadai, sedangkan kebijakan publik membutuhkan pemahaman terhadap persoalan konkret yang dihadapi masyarakat.
Kombinasi pengalaman di gerakan koperasi dan parlemen menjadi bagian penting dari perjalanan Sri Untari. Namun, tantangan sesungguhnya tetap terletak pada sejauh mana perjuangan di kedua ruang tersebut mampu memperluas kesempatan ekonomi, memperkuat pemberdayaan perempuan, dan menjawab kebutuhan masyarakat kecil.
Sri Untari mengaku terharu sekaligus tidak menyangka menerima penghargaan tersebut. Ia menyebut proses penilaian berlangsung panjang dengan melibatkan gerakan koperasi, dinas terkait, tokoh masyarakat, hingga unsur legislatif.
“Penghargaan ini memacu saya untuk terus bekerja bersungguh-sungguh, tidak kenal putus asa, dan pantang menyerah mencari solusi demi kemakmuran rakyat,” tegasnya.
Bagi Sri Untari, Lencana Emas Jer Basuki Mawa Beya bukan akhir perjalanan, melainkan amanah untuk melanjutkan pengabdian. Ia menegaskan komitmennya tetap berkoperasi sepanjang hayat, baik melalui gerakan koperasi maupun tugas kedewanan.
Penghargaan ini sekaligus menempatkan peran ganda Sri Untari dalam sorotan: menguatkan ekonomi rakyat dari tingkat kelembagaan sekaligus memperjuangkan kesejahteraan melalui jalur politik. Dua medan pengabdian dengan tanggung jawab berbeda, tetapi sama-sama dituntut menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Jawa Timur.(Djoko W)






