Hadapi Persaingan Digital, Disnaker Kota Malang Siapkan 80 Tenaga Kerja Kompeten

Berita3 views

MALANGPARIWARA.COM – Penguasaan pemasaran digital semakin menjadi kebutuhan di tengah persaingan dunia kerja dan perkembangan ekonomi berbasis teknologi.

Menjawab kebutuhan tersebut, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) menggelar Pelatihan Konten Marketing Berbasis Kompetensi bagi 80 peserta.

Plt. Kepala Disnaker PMPTSP Kota Malang, Sugeng Prastowo, saat membuka kegiatan.(Ist)

Pelatihan yang berlangsung di Hotel Pelangi, Senin (2/11/2026), menyasar pekerja industri hasil tembakau dan pencari kerja.

Program ini diarahkan untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui sektor pemasaran digital.

Plt. Kepala Disnaker PMPTSP Kota Malang, Sugeng Prastowo, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa kemampuan pemasaran digital menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki tenaga kerja saat ini.

Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah pola promosi dan pemasaran produk. Pelaku usaha maupun pekerja dituntut tidak hanya memahami kualitas produk, tetapi juga mampu mengemas pesan pemasaran secara kreatif dan menjangkau konsumen melalui platform digital.

Kemampuan membuat serta mengelola konten marketing, lanjutnya, memiliki peran strategis dalam memperluas jangkauan promosi, meningkatkan daya tarik produk, hingga membangun citra merek.

Karena itu, pelatihan tersebut tidak sekadar diarahkan untuk memberikan pengetahuan teknis pembuatan konten, tetapi juga membekali peserta dengan pemahaman strategi pemasaran digital yang dapat diterapkan dalam dunia kerja maupun kegiatan usaha mandiri.

Sementara itu, Mediator Hubungan Industrial Muda Bidang Hubungan Industrial Disnaker PMPTSP Kota Malang, Tjuratna, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang konten marketing.

Kompetensi tersebut diharapkan menjadi nilai tambah bagi peserta dalam menghadapi persaingan memperoleh pekerjaan.

Di sisi lain, keterampilan pemasaran digital juga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha secara mandiri, terutama bagi masyarakat yang ingin merintis bisnis.

Pelatihan berlangsung selama sepuluh hari, mulai 2 hingga 13 November 2026. Rangkaian kegiatan terdiri dari sembilan hari pembelajaran efektif dan satu hari pelaksanaan uji kompetensi.

Program tersebut didanai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), dengan sasaran pekerja industri hasil tembakau dan pencari kerja.

Melalui program peningkatan kompetensi ini, Disnaker PMPTSP Kota Malang berharap peserta tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi mampu menerapkan keterampilan yang diperoleh untuk meningkatkan produktivitas, memperluas kesempatan kerja, serta menciptakan peluang usaha baru.

Tantangan berikutnya adalah bagaimana kompetensi yang diberikan melalui pelatihan dapat benar-benar dimanfaatkan dan memberikan dampak ekonomi setelah peserta menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan.

Dengan demikian, pelatihan konten marketing diharapkan menjadi salah satu langkah konkret dalam menyiapkan tenaga kerja lokal yang adaptif, kompetitif, dan mampu mengambil peluang di tengah pertumbuhan ekonomi digital. (Djoko W)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *